Pemanfaatan Aset BUMDes Girimarto, Kejari: Tak Perlu Tunggu Putusan

Pemanfaatan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri tidak perlu menunggu putusan pengadilan.

 Pabrik pupuk dan pakan ternak BUM Desa Bersama Lenggar Bujo Giri, di Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri mangkrak, Kamis (21/7/2022). Hal itu buntut dari kasus korupsi Bumdesma Lenggar Bujo Giri senilai Rp4,064 miliar. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Pabrik pupuk dan pakan ternak BUM Desa Bersama Lenggar Bujo Giri, di Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri mangkrak, Kamis (21/7/2022). Hal itu buntut dari kasus korupsi Bumdesma Lenggar Bujo Giri senilai Rp4,064 miliar. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRIPemanfaatan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri, Girimarto, Wonogiri tidak perlu menunggu putusan pengadilan. Hingga saat ini masih berlangsung agenda sidang dengan dua terdakwa dalam kasus korupsi BUMDes Bersama tersebut.

Kasi Intelijen Kejari Wonogiri, Feby Rudi Purwanto, mengatakan Kejari Wonogiri tidak menyita aset BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri. Aset tersebut merupakan milik negara.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Hingga sekarang, BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri tidak pernah dibubarkan. Sehingga aset BUMDes Bersama tersebut bisa dimanfaatkan tanpa menunggu putusan pengadilan terdakwa.

“Yang bermasalah itu kan ketua dan direktur perusahaan yang bekerja sama dengan BUMDes Lenggar Bujo Giri. Jadi BUMDes Bersama itu masih bisa beroperasi dan memang seharusnya dimanfaatkan. Usahanya bisa dilanjutkan karena itu aset negara,” kata Feby Rudy Purwanto saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Kamis (18/8/2022).

Dia mengingatkan, desa-desa yang menjadi anggota dari BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri tidak perlu takut memanfaatkan aset milik negara. Terlebih, BUMDes Bersama dinilai masih legal.

Baca Juga: Terdakwa Tolak Tuntutan JPU dalam Kasus Hibah Sapi, Ini Alasannya

Saat ini, aset BUMDes Bersama justru dibiarkan mangkrak. Bangunan tempat pembuatan pupuk dan pakan ternak terbengkalai.

Kondisi itu tak jauh berbeda dengan aset kandang sapi di masing-masing desa anggota BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri. Hal itu, seperti Desa Waleng, Semagar, Bubakan, Selorejo, dan Girimarto.

“Selama ini kan memang tidak ada pembubaran. Hanya memang ada kasus korupsi di situ. Tetapi sebenarnya, pendirian bangunan, apalagi bangunan permanen di tanah kas desa, seperti yang terjadi pada BUMDes Lenggar Bujo Giri itu kurang tepat. Seharusnya kan tanah desa itu kan desa itu kan untuk penghijauan atau tanaman [Kejari Wonogiri siap diajak berkoordinasi terkait pemanfaatan aset],” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Antonius Purnama Adi, mengatakan pemanfaatan aset milik BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri baru bisa dilakukan setelah ada putusan pengadilan. Aset tidak bisa dihibahkan atau dimanfaatkan oleh desa anggotanya mengingat masih berstatus milik BUMDes.

Baca Juga: Tunggu Putusan! Aset BUM Desa Bersama Girimarto Wonogiri Terbengkalai

Sekretaris Desa (Sekdes) Semagar, Tarmo, mengatakan Pemerintah Desa (Pemdes) Semagar belum bisa menentukan rencana pemanfaatan kandang sapi bekas salah satu unit usaha BUMDes Bersama Lengar Bujo Giri.

Pemdes belum berani mengambil alih atau memanfaatkan aset tersebut karena bangunan permanen itu masih atas nama BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri. Pemdes masih menunggu putusan pengadilan atas kasus korupsi tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dalam kasus tersebut, yakni Ketua BUMDes Bersama Lenggar  Bujo Giri, Sugeng dan Direktur PT Lereng Lawu Lestari, Sigit Priyo Atmojo (pihak yang menjalankan usaha produksi serta penjualan pakan ternak dan pupuk bekerja sama dengan badan usaha desa).

Hingga sekarang, sidang sudah mencapai agenda penyampaian replik atau jawaban jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Wonogiri atas pledoi terdakwa. Sebelumnya, JPU menyampaikan tuntutan. Sigit dituntut delapan tahun penjara, sedangkan Sugeng dituntut tujuh setengah tahun penjara.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jenazah KH Dian Nafi' akan Dimakamkan di Kompleks Ponpes Al-Muayyad Windan

      Jenazah tokoh perdamaian Kota Solo sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, KH Muhammad Dian Nafi', akan dimakamkan di kompleks Ponpes pada Minggu (2/10/2022).

      Tepat saat Hari Batik Nasional, Westlife Gelar Konser di Candi Prambanan Klaten

      Westlife gelar konser di Candi Prambanan tepat saat Hari Batik Nasional, Minggu (2/10/2022) malam.

      Desa Berjo Karanganyar Punya Camping Ground Anyar, Pemandangannya Aduhai

      Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar memiliki destinasi wisata anyar, yakni camping ground yang berada di ketinggian 1.180 mdpl.

      Warga Nahdliyin Solo Berduka, KH Dian Nafi' Meninggal Dunia

      PC NU Solo derduka atas meninggalnya KH Muhammad Dian Nafi' di RSPAD Gatot Suroto Jakarta.

      Pameran Keris Perdana di Candi Sukuh, Pusat Peradaban Nusantara

      Sebanyak 20 keris primitif dan puluhan keris yang usianya lebih muda dipamerkan dalam Pameran Keris Peradaban Nusantara di Candi Sukuh, Ngargoyoso, Karanganyar.

      Kabar Duka: Tokoh Perdamaian Solo, KH Muhammad Dian Nafi' Meninggal Dunia

      Tokoh perdamaian dan keberagaman Kota Solo yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, KH Muhammad Dian Nafi' meninggal dunia, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Sepeda Onthel Peninggalan Brigjen Katamso Kini Dimiliki Seorang Dokter Sragen

      Salah satu Pahlawan Revolusi berasal dari Kabupaten Sragen, yakni Brigjen Katamso. Salah satu peninggalannya yang masih terawat hingga kini adalah sepeda onthel yang sekarang dimiliki seorang dokter.

      Pembangunan Jembatan Sasak Ketiga di Plumbon Sukoharjo Berlanjut

      Sempat dipermasalahkan soal perizinan, pembangunan jembatan sasak ketiga di Desa Plumbon, Mojolaban Sukoharjo, menghubungkan dengan wilayah Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, masih berlanjut, Sabtu (1/10/2022).

      Pulang ke Solo, Iriana Jokowi akan Hadiri Acara Berkebaya Bersama Ibu Negara

      Iriana Jokowi akan menghadiri acara Berkebaya Bersama Ibu Negara di Kota Solo, Minggu (2/10/2022). Acara ini untuk mendukung penetapan Hari Kebaya Nasional sekaligus mendorong UNESCO menetapkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda.

      Mencari Jodoh Cara Jawa, Menimbang Bibit Bebet Bobot

      Bibit, bebet, dan bobot masih digunakan sebagian masyarakat Jawa dalam mencari jodoh.

      Guru dan Seniman Sragen bakal Perkenalkan Eksotis Kemukus di Javanologi UNS

      Guru dan seniman Sragen akan membawakan tarian Eksotisme Kemukus di acara Javanologi UNS Solo, Jumat pekan depan. Tarian itu menceritakan perjalanan Pangeran Samudro di Bumi Sukowati.

      Asyik Banget! Sensasi Nongkrong hingga Wedding di Resto Kebon Anggur Boyolali

      Resto kebon anggur Boyolali menjadi restoran agrowisata yang unik dan rekomended untuk dikunjungi.

      Pemkot Solo Siapkan Selter Manahan untuk Pedagang TSTJ

      Pemkot Solo menawarkan selter Manahan untuk menjadi lokasi baru bagi PKL Taman Satwa Taru Juru (TSTJ). Namun mereka akan bergantian dengan pedagang lama

      Mantap! Persentase Perempuan di Lembaga Legislatif Sukoharjo Terus Bertambah

      Persentase keterlibatan perempuan dalam lembaga legislatif di Sukoharjo terus bertambah dari tahun ke tahun.

      Soal Mitos Daging Anjing Bisa Tingkatkan Vitalitas, Ini Kata Ahli Gizi Solo

      Berkembangnya mitos mengonsumsi daging anjing bisa meningkatkan vitalitas menjadi salah satu penyebab kuliner kontroversial ini masih punya peminat.

      Awas, Komplotan Pemeras Beraksi di SPBU Sragen, Petani Ini Jadi Korbannya

      Tiga pria memeras petani di Sragen yang membeli pertalite menggunakan jeriken. Pelaku mengancam akan melaporkan korban ke polisi meski sudah membawa surat rekomendasi.