Pemandian Air Panas Bayanan Sragen Favorit bagi Pemudik

Dengan berendam air panas alami di Pemandian Air Panas Bayanan, para pemudik bisa menghilangkan rasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh.

 Pengunjung bermain air di kolam renang kompleks objek wisata pemandian air panas Bayanan, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Sabtu (7/5/2022) (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Pengunjung bermain air di kolam renang kompleks objek wisata pemandian air panas Bayanan, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Sabtu (7/5/2022) (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN—Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan Sragen menjadi favorit bagi pemudik. Para pemudik sengaja ingin berendam air panas untuk melepas lelah setelah melakukan perjalanan jauh.

Salah seorang pengunjung Bayanan asal Makassar, Agus, 46, merendam kakinya di kolam air panas. Agus datang bersama keluarga besar yang beranggotakan 22 orang.

PromosiMasalah Mendasar Kemiskinan di Desa adalah Upah Riil Pertanian Rendah

Mereka berangkat dari Makassar, Jumat (6/5/2022) pagi, dengan tujuan Kediri, Jawa Timur. Pada Sabtu siang, sekitar pukul 14.30 WIB, mereka sengaja mampir di Bayanan karena kebetulan ada anggota keluarga yang berasal dari Sambirejo.

Baca Juga: Liburan Sekaligus Terapi Kesehatan? Yuk ke Air Panas Bayanan Sragen

“Kami sudah dua kali ini datang ke Bayanan ini. Tujuan kami ya berendam air panas karena bisa menghilangkan lelah. Kunjungan pertama mungkin sudah lima tahun lalu. Suasananya tidak sebagus ini. Sekarang lebih bagus dan lebih tertata. Usulannya untuk kamar mandi air panasnya diperbanyak dan kolam ditambah khusus untuk kolam dewasa,” ujar Agus yang diamini anggota keluarga lainnya.

Pemudik dari Halmahera Utara, Maluku, Paimin, 48, dan keluarga baru kali pertama berkunjung ke Bayanan. Paimin sebenarnya tinggal di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen, tetapi sejak 1990 merantau ke Maluku sampai sekarang.

“Saya datang ke Bayanan ini kali terakhir sudah 20 tahun yang lalu, yakni masih kecil. Saat itu datang ke sini jalan kaki dari Sambi. Sekarang ternyata sudah bagus. Saudara-saudara saya justru baru kali pertama masuk Bayanan. Masukannya mungkin pemandian air panasnya dilebarkan,” ujarnya.

Baca Juga: Mengungkap Mitos Pemandian Air Panas Bayanan dan Khasiat Penyembuhannya

Pengunjung Pemandian Air Panas Bayanan, Sragen, cukup merogoh kocek Rp5.000-Rp6.000/orang untuk bisa menikmati sensasi berendam air panas dalam bathup atau bak mandi ala hotel.

Penanggung Jawab Objek Wisata Bayanan, Sambirejo, Sragen, Yanuar Putranto, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (7/5/2022), mengungkapkan berendam air panas di objek wisata ini masih menjadi andalan bagi pemudik. Dengan berendam air panas alami, kata dia, para pemudik bisa menghilangkan rasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh.

“Ada tujuh kamar yang di dalamnya disiapkan bathup seperti di kamar mandi hotel. Dari tujuh kamar mandi itu memang yang layak hanya empat karena yang tiga masih tinggalan pembangunan yang lama. Setelah selesai mandi air dibuang. Jadi setiap orang yang mandi selalu berganti air baru,” ujar Yanuar.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Serba-Serbi Layanan Damkar Sragen, Buka "Jasa" Lepas Cincin Segala

Damkar Sragen mempunya tugas sampingan yakni menyediakan "jasa" melepas cincin bagi warga yang kesulitan melakukannya. Setidaknya sejak Januari-April 2022, ada 10 orang yang meminta bantuan Damkar untuk melepas cincin.

Wow, 4 Tanaman Hias Ini Dibarter dengan 1 Mobil Jazz di Sukoharjo

Angga mengaku berminat dengan tanaman philodendron domesticum tersebut lantaran warna daun yang keluar dari tanaman tersebut terbilang unik dan jarang ditemukan.

Babak Baru Kasus Penjebolan Tembok Keraton Kartasura, Ada Tersangka?

Kasus penjebolan benteng Baluwarti eks Keraton Kartasura, Sukoharjo memasuki babak baru. Status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.