Pemancing Temukan Mayat Bayi di Bantaran Sungai Gunungkidul
Ilustrasi bayi (JIBI/Dok)

Berdasarkan olah TKP yang dilakukan petugas diketahui bayi yang dibuang masih berusia satu hari

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Warga Dusun Widoro Wetan, Desa Bunder, Kecamatan Patuk digegerkan adanya penemuan jasad bayi di bantaran sungai pada Sabtu (24/3/2018) sekitar pukul 12.30 WIB. Hingga saat ini, petugas Polsek Patuk sedang melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pembuangan.

Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh rombongan pemancing, salah satunya Anton Fitriyadi, warga Dusun Gambiran, Desa Bunder. Penemuan bayi ini berawal saat rombongan akan memancing di Sungai Widoro Wetan. Awalnya jasad yang berada di bantaran sungai dikira sebuah boneka yang tertutup kain. Namun setelah didekati ternyata merupakan jasad bayi sungguhan.

“Jelas kaget karena ternyata yang saya temukan adalah jasad bayi yang masih segar,” kata Anton kepada wartawan, Sabtu.

Adanya penemuan itu, Anton dan kawan-kawan pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Patuk. Tidak lama berselang petugas kepolisian pun mendatangi lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Kabar mayat bayi di bantaran sungai ini pun cepat beredar sehingga lokasi penemuan dipenuhi masyarakat yang penasaran dengan peristiwa pembuangan ini.

Kepala Polsek Patuk Sumarwoto mengatakan, berdasarkan olah TKP yang dilakukan petugas diketahui bayi yang dibuang masih berusia satu hari. Hal ini terlihat dari kondisi bayi yang masih segar dan ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh.

“Saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kalau dilihat dari kondisi, kemungkinan bayi mati berjarak dua jam sebelum ditemukan karena belum bau dan luka yang ada juga masih segar,” kata Sumarwoto.

Untuk mengungkap kasus ini, petugas kepolisian sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti kain yang ditemukan untuk membungkus bayi. Selain itu, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait dengan penemuan tersebut.

“Akan kami selidiki hingga tuntas. Adapun jasad bayi, kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” ujarnya.

Jasad bayi yang dibuang ke bantaran sungai ini memiliki berat tiga kilometer dan panjang 29 sentimeter. Saat ditemukan, bayi malang ini memiliki beberapa luka seperti kepala belakang bagian kiri retak, pipi bagian kanan berwarna kebiru-biruan hingga hidung mengeluarkan darah.

“Kita selidiki dahulu dan petugas masih berusaha mencari siapa orang yang tega membuang,” kata Sumarwoto lagi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom