Pemaksaan Berjilbab, Guru SMAN 1 Banguntapan Minta Maaf ke Ortu Siswi

Pihak guru SMAN 1 Banguntapan meminta maaf kepada orang tua siswi yang dipaksa memakai jilbab.

 Emoji wanita berjilbab (The Verge)

SOLOPOS.COM - Emoji wanita berjilbab (The Verge)

Solopos.com, JOGJA — Terkait kasus pemaksaan siswi berjilbab di SMAN 1 Banguntapan, Kabupaten Bantul, pihak guru sudah meminta maaf kepada orang tua siswi. Dengan permintaan maaf itu, diharapkan kasus ini tidak berlanjut lagi supaya para murid dan guru di sekolah negeri tersebut bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan tenang.

Kepala Disdikpora DI Yogyakarta, Didik Wardaya, mengatakan kedua belah pihak yakni guru dan orang tua siswi sudah berdamai. Para guru sudah meminta maaf terkait persoalan itu kepada orang tua siswi. Dengan demikian, keduanya menganggap kasus tersebut telah rampung dan harapannya tidak berlarut-larut.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

“Mereka bertemu dan bermaafan terkait dengan permasalahan yang dialami. Artinya mereka sepakat bahwa permasalahan tersebut diselesaikan kekeluargaan, dalam konteks permasalahan itu keduanya menganggap sudah selesai. Tetapi terkait proses temuan data pelanggaran disiplin tetap berjalan,” katanya dalam konferensi pers di Aula Disdikpora DIY, Rabu (10/8/2022).

Didik menyampaikan untuk kelanjutan pendidikan siswi yang menjadi korban pemaksaan berjilbab akan diberikan kesempatan untuk memiliki sekolah sesuai keinginan. Meski KPAI dan orang tua menyarankan agar siswi itu pindah sekolah, namun Didik berharap siswi tersebut tetap bisa bersekolah di SMAN 1 Banguntapan.

Baca Juga: SDN di Sleman Kebakaran, 6 Ruang & Puluhan Komputer Ludes Terbakar

“Namun permintaan dari KPAI dan orang tua untuk bersekolah di tempat lain. Kami mencoba memfasilitasinya,” jelas dia.

Dia menyampaikan tim dari Disdikpora DIY telah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi kepada pihak sekolah dan guru. Dari pemeriksaan tersebut diterbitkan keoutusan pembebasan sementara dari tugas kepada sekolah dan guru untuk menjaga proses KBM berjalan dan yang bersangkutan bisa konsentrasi.

Tim juga telah memperoleh data dan fakta serta telah ditemukan dugaan pelanggaran disiplin pegawai. Hari ini akan dikirim ke BKD untuk meminta rekomendasi hukuman disiplin yang akan diberikan kepada pegawai tersebut.

Baca Juga: Bus Sugeng Rahayu Tabrak 2 Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Meninggal

“Terkait disiplin satgas pembinaan disiplin pegawai BKD akan mempelajari rekomendasi hukuman yang akan diberikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelas dia.

Terkait sanksi yang memungkinkan diberikan kepada pihak yang terlibat sepenuhnya menjadi kewenangan Satgas BKD DIY. Adapun bentuk sanksi paling ringan dari tegursan lisan, tertulis, pernyataan tidak puas secara tertulis, selain itu hingga penundaan gaji berkala setahun.

Menurut dia, salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan adalah terkait penjualan seragam yang di dalamnya ada paket jilbab. Sehingga membuat murid tidak memiliki pilihan lain.

Baca Juga: Kasus Pemaksaan Jilbab, Pemda DIY Bakal Temukan Guru & Ortu Siswi

“Kami hanya menyarankan hasil ke BKD, nanti biar sana yang menilai kira-kira sanksinya apa,” jelas dia.

Mantan Kepala SMAN 1 Banguntapan, Agung Istiyanto, mengatakan siap diberikan sanksi dari dinas.

“Kalau itu saya serahkan ke dinas. Karena dinas kan bapak kami, kami percaya,” jelas dia di Kantor Disdikpora DIY.

Dia berharap permasalahan tersebut segera terselesaikan sehingga guru dan murid di SMAN 1 Banguntapan bisa tenang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Sekolah kami ingin tenang beajar, anaknya tenang belajar, bapak ibu guru tenang belajar, itu saja. Kami sudah berbaikan,” kata dia.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Kasus Jilbab SMAN 1 Banguntapan: Guru Minta Maaf ke Orangtua Siswa

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pertandingan Futsal UPN Veteran Jogja Berakhir Ricuh, 10 Mahasiswa Luka-Luka

      Pertandingan futsal antarprodi di Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta berujung tawuran dan mengakibatkan sepuluh orang mengalami luka-luka.

      Ditinggal Salat di Masjid, Rp60 Juta di Jok Motor Milik Warga Kulonprogo Raib

      Uang puluhan juta rupiah yang ada di dalam jok sepeda motor milik warga Kulonprogo hilang saat ditinggal salat zuhur.

      Miris! Gedung SDN di Bantul Ini Nyaris Roboh, Murid & Guru Waswas

      Para murid dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sawit di Dusun Sawit, Desa Panggungharjo, Kapanewon Sewon, waswas karena gedung sekolahnya nyaris roboh.

      Sebut Polisi Jadi Pelaku Utama di Kanjuruhan, Mahasiswa: Harus Tanggung Jawab

      Puluhan mahasisa Jogja menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda DIY dengan tuntutan supaya polisi bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan.

      Identifikasi Benda Cagar Budaya, Museum Sonobudoyo Beli Alat Canggih dari Eropa

      Museum Sonobudoyo Yogyakarta mendatangkan alat canggih dari Eropa untuk mendeteksi ribuan benda cagar budaya yang belum teridentifikasi secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Jogja dari Siang sampai Malam Hari

      Simak prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Kamis 6 Oktober 2022.

      Catat! Ada Karnaval Wayang, Jalan di Kawasan Tugu Jogja Ditutup

      Sejumlah jalan di kawasan Tugu Pal Putih Jogja bakal ditutup selama gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) berlangsung.

      Kanjuruhan Jadi Perhatian Dunia, Muhammadiyah: Tim Pencari Fakta Harus Objektif

      PP Muhammadiyah minta Tim Pencari Fakta bekerja secara terbuka dan objektif dalam menginvestogasi tragedi Kanjuruhan Malang.

      Motor Tabrak Pohon di Jalanan Sleman, 1 Orang Meninggal & 1 Orang Terluka

      Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Magelang-Sleman Km 16,5 tepatnya di sebelah utara dealer Mitsubishi Fuso, Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

      5 Wisata Instagramable & Estetik di Jogja, Enggak Cuma Malioboro!

      Berikut terdapat rekomendasi wisata instagrambale dan estetik yang ada di Jogja selain Malioboro.

      Ditinggal ke Pasar, Rumah di Semanu Gunungkidul Ludes Terbakar

      Satu rumah di Dusun Kuwon Kidul, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, ludes terbakar saat ditinggal pemiliknya kerja.

      Dua Sepeda Motor Kecelakaan di Kulonprogo, 1 Orang Meninggal Dunia

      Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan bermotor terjadi di Jalan Raya Nanggulan-Mendut, tepatnya di Padukuhan Kedondong, Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo.

      Prakiraan Cuaca Rabu, Jogja Diterjang Hujan Deras Sejak Siang Hari

      Simak prakiraana cuaca di Kota Jogja pada Rabu 5 Oktober 2022.

      Kenal Lewat Aplikasi Jodoh, Motor Milik Gadis Bantul Digondol Pacar Barunya

      Seorang gadis asal Bantul kehilangan sepeda motornya saat sedang berkencan dengan pacar barunya yang baru dikenal lewat aplikasi perjodohan.

      Kawanan Kera Ekor Panjang Serang Kebun Buah Mangunan & Lahan Warga di Bantul

      Kawanan kera ekor panjang menyerang dan mencari makan di Kebun Buah Mangunan yang ada di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.