Pemain PSIS Semarang Jalani Swab Test Lagi, Ada Apa?
Seorang pemain PSIS Semarang tengah menjalani swab test di Mes Pemain PSIS Semarang, Minggu (27/9/2020). (Semarangpos.com-M.O PSIS Semarang)

Solopos.com, SEMARANG — PSIS Semarang kembali menggelar swab test kepada para pemain dan ofisial tim. Tes usap kali ketiga itu digelar di Mes Pemain PSIS, Jl. Semeru, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2020). Mengapa hingga tiga kali?

Dokter tim PSIS Semarang, Alfan Nur Asyhar, mengatakan swab test tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pemain dan ofisial tim menjelang laga lanjutan Liga 1 2020 melawan Bali United. Laga lanjutan Liga 1 antara PSIS Semarang melawan Bali United itu rencananya digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (2/10/2020).

Ini Cara Jitu Bikin Wajan Antilengket Lebih Awet

Aflan mengaku tes sap secara rutin cukup penting guna mengantisipasi persebaran Covid-19. Apalagi, dalam dua pekan ke depan, PSIS Semarang akan menjalani dua laga krusial, yakni kontra Bali United dan Persita Tangerang. Itulah pasalnya, tes usap kali ketiga itu digelar.

“Tes PCR dengan metode swab ini merupakan yang kali ketiga digelar PSIS Semarang. Tes swab digelar tiap 14 hari sekali.

Pastikan Pemain Sehat

Tujuannya, dalam rangka protokol kesehatan untuk memastikan seluruh pemain dalam keadaan yang sehat. Harapan kami semoga hasil semua negatif dan liga bisa bergulir dengan aman dan produktif,” ujar Alfan seusai swab test itu, Minggu.

Perhatikan! Ini 6 Langkah Jitu Rawat Ban Mobil

Sambil menunggu hasil swab test keluar, pemain dan ofisial PSIS Semarang diliburkan selama satu hari. Hasil swab test baru akan diumumkan ke pemain jika sudah terkumpul seluruhnya. “Besok Senin tim diliburkan dulu, sambil menunggu hasil swab test. Latihan kembali digelar jika hasil sudah turun,” imbuhnya.

Selamalibur, Alfan pun memintapemainuntukmenjagakondisi dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. “Selama libur saya harap seluruh anggota tim tetap menjalankan protokol kesehatan, demi kesehatan individu, kelompok, dan tentunya keluarga,” tutur mantan dokterTimnas U-19 itu.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom