Pemain Persis Solo Berharap Gaji Lunas Sebelum Lebaran
Pemain Persis Solo berfoto sebelum pertandingan persahabatan melawan Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, Kamis (5/3/2020). (Solopos/ M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Problem pembayaran gaji pemain Persis Solo musim ini kian berlarut-larut. Sejumlah pemain berharap problem gaji tersebut dapat dilunasi sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Seperti diketahui, penggawa Persis belum menerima gaji sejak April meski kini sudah memasuki akhir Mei. Gaji pada bulan Maret pun baru dibayar 15% dari penghasilan normal.

Diketahui, PSSI telah memberi arahan tegas agar klub membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25% dari gaji normal selama kondisi force majeure pada Maret-Juni 2020. Namun setelah pemberhentian sementara kompetisi pada pertengahan Maret, pembayaran gaji pemain Persis juga mendadak seret.

Sembuh Dari Covid-19, Monyet Punya Kekebalan Alami

Gaji pada bulan Maret bahkan baru cair awal Mei. Itu pun jumlahnya baru sekitar 15%, jauh dari tuntutan pemain yang berharap gaji Maret dibayarkan penuh. “Iya betul [gaji baru cair Maret], sisanya belum,” ujar pemain yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (19/5/2020).

Dia mengaku terus bersabar menunggu pelunasan gaji yang menjadi hak para pemain Persis Solo. Hingga kini sang pemain menyebut belum ada kabar lebih lanjut ihwal waktu pencairan sisa gaji. Padahal Hari Raya Idul Fitri, imbuhnya, tinggal menghitung hari.

“Ini kan mau Lebaran, tentu pemain sangat berharap gajinya segera dibayar,” ujarnya.

Warga Klaten Pengirim Kepala Ayam Isi Sabu-Sabu ke LP Ternyata Positif Narkoba

Seorang pemain lain juga mendorong komitmen manajemen untuk menunaikan tanggungjawabnya. “Pemain sudah mengikuti instruksi klub dengan latihan mandiri secara rutin. Kami harap klub juga segera memberikan hak kami.”

Komitmen Manajemen

Problem gaji yang tak kunjung rampung ini tentu ironis mengingat manajemen berambisi menjadikan Laskar Sambernyawa sebagai super club. Bos Persis Solo yang baru, Vijaya Fitriyasa, bahkan sempat menjanjikan dana hingga Rp60 miliar agar Persis dapat promosi ke Liga 1 musim depan.

Vijaya sendiri belum dapat dikonfirmasi ihwal keterlambatan gaji pemain. Kontak Solopos.com belum kunjung direspons. CEO Persis, Azmy “Mimi” Al Qamar, juga sulit dihubungi.

Pusat Perbelanjaan di Pasar Kliwon Solo Dibanjiri Pengunjung, Ini Antisipasi Polisi

Sebelumnya Mimi sempat mengatakan pandemi Covid-19 membuat kondisi finansial klub cukup goyah hingga menyebabkan keterlambatan gaji pemain. “Yang jelas saya dan bos Persis [Vijaya] berkomitmen memenuhi hak pemain,” ujarnya beberapa waktu lalu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom