PELURU NYASAR : Habis Belanja, Remaja Cilacap Kena Pelor Polisi
Ilustrasi pistol (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, CILACAP—Seorang pemuda bernama Digit Ginansah,18, warga Desa Glempang RT 08 RW 02, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi korban peluru nyasar dari tembakan peringatan yang dilakukan seorang polisi guna melerai sebuah pertengkaran.

Informasi yang dihimpun Antara di Cilacap, Rabu (13/8/2014) malam, peristiwa tersebut berawal dari pertengkaran seorang karyawati Alfamart, Solekhah Juniati,20, warga Desa Pabrasan, Kecamatan Sampang, Cilacap, dengan kekasihnya, Taufik Lukmawan,20, warga Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Banyumas, di halaman Alfamart Sampang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam pertengkaran itu, Taufik mengancam Solekhah dengan sebilah pisau dan secara kebetulan ada orang yang melihatnya.

Orang itu menduga terjadi perampokan di Alfamart sehingga dia segera berteriak "rampok", sehingga Taufik berusaha kabur.

Di saat yang sama, seorang anggota Kepolisian Resor Banyumas Brigadir Sy yang sedang mengawal pengisian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Muamalat di Toserba Syam depan Alfamart mendengar teriakan tersebut.

Brigadir Sy segera melakukan tembakan peringatan agar Taufik tidak kabur.

Akan tetapi tembakan peringatan tersebut kurang ke atas sehingga menyasar ke arah Digit Ginansah yang baru keluar dari Alfamart.

Digit yang terkena peluru pada pundak kanannya segera dibawa ke Rumah Sakit Siaga Medika, Banyumas, untuk mendapatkan pertolongan.

Sementara Taufik yang kabur menggunakan sepeda motor dapat ditangkap polisi saat berobat di sebuah klinik karena terjatuh dari kendaraannya.

"Saat ini, polisi yang melakukan tembakan dan pelaku yang bawa pisau telah kami amankan untuk menjalani pemeriksaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Polisi Malik Fahrin Husnul Aqif.

Ketika ditemui wartawan di RS Siaga Medika, Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono meminta maaf kepada korban atas kejadian tersebut.

"Saya datang ke sini ingin meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Kami siap memberikan biaya pengobatan sampai sembuh," katanya.

Dia mengakui bahwa peristiwa tersebut terjadi saat anggotanya melakukan tembakan peringatan guna melerai pertengkaran yang semula diduga sebagai sebuah aksi perampokan.

Akan tetapi, kata dia, tembakan peringatan tersebut agak sedikit mendatar sehingga pelurunya menyerempet pundak kanan korban yang saat itu baru keluar dari Alfamart Sampang.

Menurut dia, saat ini kondisi korban telah membaik dan petugas medis hanya membersihkan luka akibat peluru yang menyerempet bagian bawah permukaan kulit punggung.

"Kondisinya tidak ada masalah dan proyektilnya sudah keluar sendiri. Sebenarnya korban sudah boleh pulang, namun saya minta agar pulangnya besok saja," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho