Tutup Iklan
Peluang Maju Pilkada Solo Kecil, Putri Woelan: Kita Lihat Nanti
Putri pertama dari Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta K.G.P.H.P.A Tedjowulan, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi (kanan) berbincang dengan petugas pengumpul dan pembuang sampah dari Panularan, Laweyan, di TPA Putr Cempo, Rabu (11/3/2020). (Kurniawan/Solopos)

Solopos.com, SOLO – Cucu PB XII, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, terus bermanuver menggalang dukungan untuk maju di Pilkada Solo 2020. Meski demikian, peluangnya maju sebagai cawali Solo dianggap nyaris tertutup.

Hal itu disampaikan koordinator Relawan Jeng Putri, Bambang Pradotonagoro. Bambang menilai pintu untuk Putri Woelan meramaikan bursa cawali-cawawali Solo di Pilkada 2020 nyaris tertutup. Namun menurutnya kondisi itu bisa berubah bila terjadi perubahan arah politik (konstelasi politik) nasional.

Hal tersebut juga dirasakan Putri Woelan. Namun, dia meyakini akan ada perubahan lantaran dunia politik sangat dinamis.

Tinggal di Rumah Baru, Mbah Minto Klaten Tetap Masak Pakai Anglo Jadul

Dukungan politik bisa berubah setiap saat dan kemana saja. Ibarat permainan sepak bola, bola itu bundar. Segala kemungkinan bisa terjadi. Apalagi waktu pendaftaran cawali-cawawali Solo masih dua bulan lagi, yakni September 2020.

"Kita lihat ke depan dinamikanya seperti apa. Mari sama-sama berdoa. Kalau bisa ikut memeriahkan (pilkada) ya kenapa tidak," kata dia belum lama ini.

Diberitakan sebelumnya, cucu PB XII ini mendekati sejumlah partai politik non-PDIP untuk menggalang dukungan. Beberapa waktu lalu dia bertemu Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, untuk mengutarakan niatnya maju di Pilkada Solo 2020. Niat tersebut diapresiasi, namun Achmad Purnomo ragu jalan Putri Woelan maju di Pilkada Solo berjalan mulus.

Purnomo: Putri Woelan Cucu PB XII Niat Maju di Pilkada Solo 2020 

Pepet PKS

Putri Woelan juga telah menemui jajaran pengurus DPD PKS Solo untuk menjajaki kemungkinan berkolaborasi. Dia ingin menggalang kekuatan sebagai lawan dari paslon yang diusung PDIP di Pilkada Solo, Gibran-Teguh.

Putri Woelan memilih PKS karena satu-satunya parpol pemilik kursi di parlemen yang ingin menggalang koalisi gabungan untuk menantang Gibran. Selain PKS, Putri telah menjalin komunikasi dengan beberapa pengurus parpol yang tidak memiliki kursi di parlemen.

Banyak Orang Malas Antre, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Namun dipastikan PKS dan Putri harus bekerja ekstra keras bila ingin mewujudkan koalisi. Sebab seluruh parpol pemilik kursi di DPRD Solo saat ini merapat ke PDIP dengan alasan mengikuti arahan dari DPP mereka. Mereka yaitu PAN (tiga kursi), Partai Golkar (tiga kursi), Partai Gerindra (tiga kursi) dan PSI (tiga kursi).

Untuk bisa mengusung pasangan cawali-cawali parpol atau gabungan parpol harus memiliki sedikitnya sembilan kursi. Artinya PKS harus bisa menggandeng setidaknya dua parpol itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho