Pelesetkan Pancasila, Netizen Ini Panen Bully
Kiriman yang dianggap melecehkan Pancasila di grup Facebook Liputan Kendal Terkini, Senin (27/3/2017). (Facebook.com-Liputan Kendal Terkini)

Pelesetan Pancasila sesuai kondisi negeri yang memprihatinkan justru menuai respons keras dari netizen Kendal.

Solopos.com, KENDAL – Publik dunia maya (netizen) yang tergabung dalam grup Facebook Liputan Kendal Terkini dihebohkan dengan unggahan seorang pengguna akun Facebook Bajing Kelon yang menyematkan kiriman yang dianggap melecehkan Pancasila ke dinding grup, Senin (27/3/2017).

Pengguna akun Facebook Bajing Kelon yang memelesetkan Pancasila sesuai kondisi memprihatinkan negeri ini tersebut akhirnya justru menuai respons negatif dari netizen member Liputan Kendal Terkini. Dalam unggahannya itu, Bajing Kelon menulis lima kalimat yang sepintas mirip format Pancasila yang disusun Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ia lalu menyematkan tajuk Pancagila melengkapi karya satirenya.

"Keuangan yang maha kuasa, korupsi yang adil dan merata, persatuan mafia hukum Indonesia, kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan, kenyamanan sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat," begitu bunyi tulisan yang dikirimkan pengguna akun Facebook Bajing Kelon.

Pada bagian akhir unggahan, pernyataan menyayat hati tentang kondisi memprihatinkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sempat ia sematkan sebagai penegas maksud unggahannya itu. "#mau jadi apa negri ini Ya Allah Ya Robb..."

Mungkin karena berkeyakinan kondisi negeri ini sudah sesuai dengan Pancasila, sebagian member grup Facebook Liputan Kendal Terkini menganggap unggahan pengguna akun Facebook Bajing Kelon itu melecehkan Pancasila. Mereka lantas mem-bully pengguna akun Facebook Bajing Kelon dengan berbagai macam kalimat cibiran dan ancaman.

Ada netizen yang berusaha mencari pengguna akun Facebook Bajing Kelon, ada juga yang menantangnya berduel karena menganggap Bajing Kelon telah menghina Pancasila sebagai dasar negara. Padahal Pancagila yang memang sepintas lalu mirip format Pancasila itu sama sekali tak mencantumkan kata "Pancasila".

Mereka bahkan juga beramai-ramai ingin melaporkan pengguna akun Facebook Bajing Kelon kepada polisi. "Laporke ae ben kapok. Jemarimu adlh jeruji besi mu. Ben ngrasak enak e hotel prodeo [Laporkan saja agar jera. Jarimu adalah jeruji besimu. Biar merasakan tidur di hotel prodeo]," tulis pengguna akun Facebook Bungamatahari.

Namun tak lama kemudian, penguna akun Facebook Bajing Kelon meminta maaf kepada semua penghuni grup karena telah melecehkan Pancasila. Ia mengungkapkan kirimannya tersebut sebenarnya bertujuan untuk menyindir para pejabat yang melakukan praktik korupsi, bukan untuk menghina Pancasila sebagai dasar negara.

"Mohon maaf kepada admin dan seluruh masyarakat LKT [Liputan Kendal Terkini] saya tidak bermaksud lain dengan postingan saya. Maaf cara penyampaian yang salah kaprah," papar pengguna akun Facebook Bajing Kelon.

Sejumlah netizen yang tampaknya cukup puas dengan banyaknya pejabat yang melakukan praktik korupsi di Indonesia dan dikritik Bajing Kelon melalui unggahan Pancagilanya itu pun lalu menyatakan memaafkan. Meski demikian masih ada segelintir netizen yang merasa geram dan bersikeras unggahan lima kalimat Pancagila itu sebagai pelecehan Pancasila.

Netizen member Liputan Kendal Terkini mengimbau agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Mereka berharap kejadian tersebut dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi netizen lain agar kejadian serupa tak terulang lagi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho