Pelepasan Jenazah di Balai Kota Jakarta Dikritik, Begini Respons Pemprov…
Pemprov DKI Jakarta menggelar penghormatan terakhir untuk Sekda DKI Jakarta Saefullah yang meninggal dunia, Rabu (16/9/2020). (Bisnis-Youtube)

Solopos.com, JAKARTA — Pelepasan jenazah Sekda DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota sebelum dimakamkan, Rabu (16/9/2020), memicu kritip publik. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir pun angkat bicara untuk menanggapi.

Menurut Chaidir, langkah yang dilaksanakan saat pelepasan jenazah di Bali Kota Jakarta itu sudah memenuhi protokol Covid-19. Bahkan jenazah tidak diturunkan dari mobil ambulans. Malahan, jenazah tertutup dalam peti dan tidak dikeluarkan dari mobil ambulans.

Wow! Gelombang Ledakan Cygnus Supernova 36 Kali Besar Bulan

“Tata cara pelepasan itu memang ada aturannya. Beliau [Saefullah] pejabat yang berwenang dan aktif tidak pensiun dan beliau waktu menjelang sakit masih rapat paripurna. Kelaziman tata cara kita dalam pemerintahan ketika pejabat aktif kalau menggunakan prosedur protokol ketentuan kita harus melepas. Kamu sebagai pemipin tidak dilepas begitu perasaanya bagaimana?” jelas Chaidir melalui sambungan telepon, Jumat (18/9/2020).

Dia menerangkan aturan pelepasan jenazah itu tidak tertulis di Pemprov Jakarta melainkan sudah tersirat sebagai etika birokrasi di dalam pemerintahan. “Itu orang yang mengkritiknya saja yang artinya tidak paham kepada etika birokrasi dan tidak paham adat istiadat ketimuran,” ujarnya.

Gagal Napas

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengonfirmasi penyebab meninggalnya Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, yaitu akibat shock sepsis irreversible dengan ARDS bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Siang ini, Bapak Sekda kita, Bapak Saefullah, telah berpulang. Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19,” kata Widyastuti melalui keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

Kerusakan pada jaringan paru-paru itu, menurut Widyastuti, menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Hal ini karena tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai.

Dianggap Kontroversial, Film Dokumenter Sulli Diturunkan MBC

Sebelumnya, Saefullah menjalani perawatan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020 hingga akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto pada Minggu (13/9/2020) dini hari.

Saefullah telah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sejak 17 Juli 2014. Sebelumnya, Saefullah menjabat sebagai wali kota Jakarta Pusat pada tahun 2008 – 2014.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom