Kategori: Nasional

Pelemparan Kotoran Sapi di Tlatar Diduga Terkait Aksi Pemalakan


Solopos.com/Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos

Solopos.com, BOYOLALI -- Pelemparan kotoran sapi di pos loket objek wisata Tlatar, Kamis (26/12/2013), diduga dilatarbelakangi penolakan petugas Unit Pelayanan Teknis (UPT) Tlatar terhadap aksi premanisme atau pemalakan yang sering terjadi di tempat itu.

Kapolsek Boyolali, AKP Taufik Oktavianto, datang langsung ke lokasi. Pihaknya langsung memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan termasuk kepala UPT Tlatar.

Dari informasi yang diterima, selama ini ada beberapa preman yang sering meminta rokok di warung-warung di Tlatar, terutama dekat pos loket. Tetapi, preman itu tidak mau membayar dan warung diminta menagih uang rokok itu ke pos loket. Aksi ini kerap dilakukan saat kondisi Tlatar ramai.

Sebelum adanya aksi pelemparan kotoran binatang, pihak UPT meminta kepada warung agar tidak lagi memberi uang rokok yang diminta preman. Preman diduga kesal sehingga melempari pos dengan kotoran sapi. Saat ini, permasalahan tersebut akan diselesaikan dulu secara kekeluargaan di pemdes setempat. Tapi, polisi akan bertindak jika aksi ini terus berlanjut.

Kepala UPT Objek Wisata Tlatar, Wijayanti, saat ditemui Solopos.com, di lokasi, Kamis, mengatakan hanya ada satu loket yang menjadi sasaran premanisme, yaitu loket tengah. Begitu mengetahui kondisi loket yang kotor, pihaknya langsung melapor ke pemerintah desa setempat dan Polsek Boyolali.

Pihaknya menyayangkan karena kejadian itu terjadi saat peak season atau saat tingkat kunjungan wisatawan ke Tlatar meningkat karena adanya liburan Natal. Tetapi, secara umum tindakan itu tidak berpengaruh banyak terhadap tingkat kunjungan di Tlatar. Menurut Wijayanti, saat libur seperti ini tingkat kunjungan bisa mencapai 2.000 orang hingga 2.500 orang per harinya.

Share