Bambang Murdoko, 49, warga Jakarta Selatan, yang menjadi tersangka aksi teror di Ngemplak, Kalikotes, berjalan di Mapolres Klaten, Kamis (8/8/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Bambang Murdoko, pelaku pelempar petasan ke rumah warga RT 001/RW 006, Turen, Ngemplak, Kalikotes, Klaten, pada Selasa (6/8/2019) dini hari lalu terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.

Bambang yang ditangkap polisi di dekat Rumah Sakit Bagas Waras Klaten, Rabu (7/8/2019), dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun penjara.

“Tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun penjara,” jelas Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi kepada wartawan di Mapolres setempat, Kamis (8/8/2019).

Kapolres mengungkapkan polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan Bambang, di antaranya lima mercon tabung berdiameter 4 cm dengan panjang 17 cm dan sejumlah paku usuk, satu pipa berdiameter 3,3 cm sepanjang 16 cm, satu pipa yang sudah dipotong menjadi dua bagian, sejumlah paku reng, bahan mercon, dan lainnya.

Bambang Murdoko mengakui motif utamanya melempar mercon ke rumah milik Sigit Purwanto di Ngemplak, Kalikotes, Klaten, didasari sakit hati. Dia melempar pipa berisi paku dan mercon itu guna menciptakan ketakutan terhadap pemilik rumah.

Aksi pelemparan itu berlangsung spontanitas. "Saya tidak belajar dari Youtube atau lainnya [hanya spontan],” katanya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian, Bambang pernah menjalin hubungan asmara dengan istri Sigit sebelum Lebaran 2019 lalu. Mereka bertemu di acara reuni SMP kemudian berlanjut menjadi hubungan asmara meski keduanya sama-sama sudah berkeluarga.

Saat memasuki Lebaran 2019, istri Sigit memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Bambang dan kembali ke Sigit. Lantaran sakit hati, Bambang kemudian mulai meneror keluarga Sigit.

Tercatat ada tiga kali Bambang meneror keluarga Sigit. Terakhir pada Selasa (6/8/2019) dini hari lalu dengan melemparkan petasan ke rumah Sigit sehingga menimbulkan suara ledakan cukup keras.

Ledakan itu tak hanya membuat istri Sigit dan anaknya ketakutan tapi juga warga lain di sekitarnya. Saat kejadian, Sigit sedang bekerja di Jogja.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten