PELAYANAN KESEHATAN : RSUD Wonogiri Bangun Poliklinik Senilai Rp14,986 Miliar
Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan gedung poliklinik tiga lantai di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri, Jumat (26/6/2015). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Pelayanan kesehatan Wonogiri di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso membangun poliklinik Rp14,986 miliar.

Solopos.com, WONOGIRI Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri membangun gedung poliklinik tiga lantai senilai Rp14,986 miliar. Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas kesehatan itu dilakukan Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, Jumat (26/6/2015).

Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Setyarini, mengatakan setiap hari RSUD tersebut dikunjungi 300-500 orang, baik pasien maupun keluarga mereka. RSUD bertekad terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

“Kami tidak ingin mengecewakan pasien,” ujar Setyarini saat ditemui wartawan di sela-sela peletakan batu pertama poliklinik tersebut, Jumat.

Dia mengatakan gedung poliklinik itu dibangun tepat di belakang gedung Unit Gawat Darurat (UGD). Pembangunan gedung itu menelan dana Rp14,986 miliar yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.

“Pembangunan fisik digarap PT Bina Artha Perkasa Semarang. Waktu pembangunannya lima bulan terhitung sejak 26 Juni,” kata dia.

Gedung poliklinik itu dibangun karena gedung yang lama kondisinya rusak berat dan ruang tunggunya sempit sehingga tidak mampu menampung pasien rawat jalan. Gedung poliklinik baru itu akan lebih luas dan mampu menampung banyak pasien rawat jalan.

Selain gedung poliklinik, tahun ini RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso juga membangun tiga gedung lainnya yakni gedung pusat sterilisasi atau (CSSD) senilai Central Sterile Supply Department (CSSD) senilai Rp2,060 miliar, gedung pelayanan rawat inap dua lantai senilai Rp4,306 miliar, dan gudang farmasi senilai Rp3,318 miliar.

Saat ini, ketiga proyek itu sudah masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk proses lelang. “Total keempat proyek itu menelan dana Rp23 miliar. Semua bangunan itu ditargetkan selesai tahun ini,” ujar Setyarini.

Dia menjelaskan pembangunan gedung di rumah sakit tidak seperti gedung perkantoran. Pembangunan gedung rumah sakit harus disesuaikan dengan standar rumah sakit tipe B.

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, meminta manajemen RSUD selalu menjaga kualitas pelayanan supaya tidak kalah dari rumah sakit swasta. Dia tidak ingin mendapat laporan atau komplain dari pasien soal pelayanan di RSUD.

“Rumah sakit daerah harus lebih bagus dalam memberikan pelayanan. Kesan sebagai rumah sakit kumuh harus dihilangkan,” kata dia.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom