Pelayanan Jasa Kesehatan Bakal Kena PPN, Benarkah?

Jika rencana tersebut direalisasi, pelayanan jasa kesehatan dan jasa medis akan dikenakan PPN.

 Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Freepik)

Solopos.com, SOLO--Selain sekolah, pelayanan jasa kesehatan meliputi dokter hingga biaya melahirkan juga bakal kena PPN. Hal ini seperti tertera dalam rancangan perubahan kelima tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Dalam ayat (3) Pasal 4 UU KUP yang masih berlaku saat ini, pelayanan jasa kesehatan dan medis tergolong tidak dikenakan PPN. Namun kini dalam draf perubahan RUU KUP, jasa rumah pelayanan kesehatan dihapus dari golongan bebas PPN.

Jika rencana tersebut direalisasi, pelayanan jasa kesehatan dan jasa medis akan dikenakan PPN. Mengingat, Peraturan Menteri Keuangan nomor 82/PMK.03/2012 mencatat jasa pelayanan medis mencakup dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi. Kemudian, jasa ahli kesehatan seperti ahli akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, ahli fisioterapi, dan jasa dokter hewan.

Baca Juga: Awas! Boba Tea Bisa Picu Asam Urat

Selain itu, juga mencakup jasa kebidanan dan dukun bayi, jasa paramedis dan perawat, jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, sanatorium jasa psikologi dan psikiater, hingga jasa pengobatan alternatif.

Ekonom sekaligus Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira, menyarankan pemerintah lebih baik mengikuti kebijakan negara maju untuk tetap mengecualikan PPN pelayanan jasa kesehatan.

“Sebaiknya pemerintah mengikuti guideline negara maju maupun benchmark negara ASEAN untuk tetap mengecualikan PPN bagi layanan kesehatan,” kata Bhima seperti mengutip laman Liputan6.com, Senin (14/6/2021).

Bhima menerangkan, di hampir sebagian besar negara seperti Australia, Kanada, Malaysia mengecualikan layanan kesehatan dari PPN. Bahkan bukan hanya layanan rumah sakit yang dikecualikan, tapi juga 0 persen PPN untuk impor produk kesehatan seperti alat kesehatan dan obat-obatan di Malaysia.

“Prinsipnya adalah mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas dan akses terhadap orang miskin agar lebih terjangkau. Bahkan di tengah situasi pandemi, stimulus harusnya lebih besar bagi layanan kesehatan bukan sebaliknya,” ujarnya.

Baca Juga: 14 Juni Hari Donor Darah, Lakukan Ini Sebelum Menyumbangkan Darah

Staf khusus Menteri Keuangan (Menkeu), Yustinus Prastowo dalam waktu sebelumnya menyebut, rencana pengenaan PPN pada pada sembako, jasa pendidikan, dan kesehatan tidak untuk waktu dekat, melainkan setelah kondisi ekonomi nasional pulih dari imbas pandemi Covid-19.

Menurutnya, hingga kini, perubahan RUU tersebut belum dibahas di DPR sama sekali.

Baca Juga:  Kesandung Narkoba, Begini Perjalanan Karier Anji dan Kontroversinya

"Kami komitmen, penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan tidak akan terjadi saat masa pandemi. Kita mau ekonomi benar-benar pulih, sekarang saat ini kita siapkan semuanya. Tidak benar kalau ada pajak sembako dalam waktu dekat, jasa pendidikan, kesehatan, besok atau lusa, bulan depan, atau tahun ini dipajaki, tidak," ungkap Yustinus dalam webinar Narasi Institut, Jumat (11/6/2021).

Dalam rencana perubahan RUU KUP, kategori jasa bebas PPN adalah jasa keagamaan, jasa kesenian dan hiburan, jasa perhotelan, jasa yang disediakan pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum, jasa penyediaan tempat parkir, dan jasa boga atau katering.

Diketahui, rencana itu bertujuan memulihkan ekonomi dalam negeri yang tertekan karena pandemi Covid-19.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Berat Badan Tentukan Risiko Terkena Flu, Ini Penjelasannya

Sebenarnya, orang-orang dari semua kelompok umur sama-sama punya risiko terkena flu.

Profil Ika Masriana, Tiktoker yang Di-bully Gegara Tanda Lahir di Wajah

Berikut profil tiktoker Ika Masriana yang di-bully lantaran memiliki tanda lahir di wajahnya dan pernah disebut mirip monyet.

Salut! Demi ke Sekolah, Bocah Ini Lewati Laut dengan Styrofoam

Untuk menuju sekolah, seorang bocah diketahui memanfaatkan busa kotak putih atau styrofoam untuk menopang tubuhnya saat mengarungi laut.

Ngeden Ternyata Memicu Pendarahan Otak, Waspada!

Tips kesehatan kali ini membahas tentang efek mengejan yang bisa memicu pendarahan otak.

Cara Mudah Atasi Tabung Gas Mendesis atau Bocor

Tidak perlu panik bila menghadapi masalah tabung gas mendesis atau bocor. Berikut ini beberapa cara mengatasi masalah itu.

Ibu Positif Covid-19, Bolehkan Berikan ASI Eksklusif ke Buah Hati?

Diperlukan dukungan baik kepada ibu menyusui agar tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya apa pun status kesehatan sang ibu.

Hari Paru Sedunia 2021, Momen Kampanye Kesehatan Paru

Kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan masih menjadi perhatian dunia.

Setor Tunai Sampai Bikin 5 Teller Kerepotan, Jumlah Uangnya Bikin Warganet Halu

Alhasil sejumlah warganet pun mempertanyakan mengapa nasabah tersebut tak dilayani di loket khusus setoran tunai di atas Rp50 juta.

Dialami Tukul Arwana, Apakah Pendarahan Otak Bisa Sembuh?

Seperti dialami presenter Tukul Arwana, kira-kira apakah pendarahan otak bisa sembuh? Begini jawaban dari dokter.

Sering Minum Multivitamin Setiap Hari? Waspadai Efeknya

Tak sedikit orang berpikir bahwa minum multivitamin setiap hari bermanfaat untuk kesehatan tubuh mereka.

Viral! Formulir Pekerjaan Berisi Syarat Mesum, Disuruh Foto Tak Senonoh

Seorang pelamar kerja mendapatkan sesuatu yang tak wajar saat mengisi formulir, dia mendapati pertanyaan berbau pornografi.

Miris! Tiktoker Cantik ini Dibully Gegara Miliki Tanda Lahir di Wajah

Meski mempunyai wajah rupawan, Tiktoker Ika Masriana sering mendapatkan bully-an lantaran memilliki tanda lahir di mukanya.

Reaksi Wanita Ini Saat Dijodohkan dengan Tetangganya Viral di TikTok

Video wanita yang dijodohkan dengan tetangganya ini memperlihatkan momen pertama mereka bertemu.

5 Faktor Ini Tentukan Tingkat Keparahan Efek Traumatis Anak Korban Kekerasan Seksual

Namun efek traumatis yang dirasakan setiap anak korban seksual berbeda-beda, tergantung sejumlah faktor.

Bukan Hanya Alga, Bahan Pangan Ini Diprediksi Jadi Makanan Masa Depan Manusia

Alga yang sudah berbentuk kapsul itu dianggap menjadi makanan masa depan karena dianggap praktis untuk dikonsumsi.

Tidak Ada Riwayat Sakit Seperti Tukul Arwana, Berapa Besar Risiko Terkena Pendarahan Otak?

Meski tidak ada riwayat sakit sebelum terkena pendarahan otak, namun sebenarnya Tukul Arwana sudah menunjukkan sejumlah gejala.