Grobogan (Solopos.com)--Pelayanan Jaminan Persalinan (Jampersal) di RSD dr R Soedjati disorot Dewan. Bahkan Wakil Ketua DPRD HM Nurwibowo dengan nada keras membeberkan kesemrawutan pelayanan Jampersal tersebut.

“Mumpung di sini, saya ingin menyampaikan soal buruknya pelayanan Jampersal di Rumah Sakit Daerah (RSD) Purwodadi berdasar aduan yang saya terima,” jelas HM Nurwibowo di hadapan Wakil Direktur RSD dr R Soedjati Bidang Pelayanan, drg Lely Atasti MKes dan Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, dr Sidik Santosa MM, Kamis (25/8/2011), di rumah sakit setempat.

Diceritakan Nurwibowo, bahwa laporan menyebutkan ada calon pasien dari Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo datang akan melahirkan namun ditolak dengan alasan kamar di rumah sakit tersebut penuh.

“Padahal saat dicek keluarga si pasien, masih ada kamar kosong. Sehingga mau tidak mau, calon pasien tersebut harus pindah ke rumah sakit di Semarang.  Kenapa bisa seperti itu pelayanan Jampersal di RSD Purwodadi,” tanya Nurwibowo.

Semestinya, sambung Nurwibowo, petugas di RSD yang menerima pasien tidak bersikap seperti itu. Apalagi ini pasien dibawa ke rumah sakit karena bidan desa tidak mampu membantu proses persalinannya.

“Ini fakta karena pasien tersebut tetangga saya sendiri. Kebetulan dia berasal dari keluarga tidak mampu sehingga menggunakan pelayanan Jampersal,” ungkap Nurwibowo.

Menanggapi apa yang dibeberkan Wakil Ketua DPRD Nurwibowo tersebut, Wadir drg Lely Astati berjanji akan menglarifikasi hal ini ke karyawan yang bertugas menerima pasien.

“Kami akan klarifikasi hal ini kepada karyawan, hal ini menjadi bahan evaluasi kami agar bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada masyakarat,” jelas Lely.

(rif)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten