Pelayanan Adminduk di Sragen Diperbarui, Ini Aplikasinya

Permohonan Adminduk baik secara offline maupun online tetap lewat aplikasi cukup dengan memasukan data identitas nama, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor ponsel.

 Para stakeholders Disdukcapil Sragen berdiskusi dalam FGD tentang standar pelayanan publik di Aula Disdukcapil Sragen, Selasa (2/8/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Para stakeholders Disdukcapil Sragen berdiskusi dalam FGD tentang standar pelayanan publik di Aula Disdukcapil Sragen, Selasa (2/8/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN–Sistem pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen terus disempurnakan seiring dengan banyaknya masukan masyarakat.

Permohonan Adminduk baik secara offline maupun online tetap lewat aplikasi cukup dengan memasukan data identitas nama, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor ponsel.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Rencana perbaruan itu diungkapkan Kepala Dispendukcapil Sragen Adi Siswanto dalam focus group discussion (FGD) yang digelar di Aula Dukcapil Sragen, Selasa (2/8/2022) lalu.

FGD tersebut dihadiri unsur camat, lurah, ketua RT, tokoh masyarakat, Bagian Organisasi, Inspektorat, dan stakeholders lainnya.

Baca Juga: Adminduk Bermasalah, 10.084 KK di Sragen Belum Tervalidasi SIAK

“Kami pernah luncurkan aplikasi Si Anton yang memberikan akses pendaftaran melalui online. Nanti ada perubahan, baik online atau offline tetap lewat satu aplikasi. Sistem antrean online atau offline itu yang penting setiap pemohon akan terekam dalam sistem. Mereka mau mencari apa atau memohon apa akan terekam, yakni cukup memasukan nama, NIK, dan nomor ponsel. Kalau sudah terekam datanya maka ketika suatu saat mengajukan permohonan adminduk lagi maka tahapannya akan lebih mudah,” ujar Adi.

Dia menjelaskan seperti aplikasi pelaporan kematian langsung terbit akta (Pelita) itu tidak hanya di rumah sakit tetapi bisa diakses sampai ke desa.

Dia mengatakan ini terobosan baru untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat sehingga pemohon tidak perlu datang ke Disdukcapil.

Dia menjelaskan kemudahaan pelayanan ini menggunakan teknologi. Selain aplikasi Pelita, sebut dia, juga ada aplikasi Barata, yakni aplikasi permohonan penerbitan akta kelahiran.

Baca Juga: Belum Semua OPD di Sragen Punya QR Code PeduliLindungi

“Aplikasi Barata ini akan diintergrasikan dengan kartu identitas anak (KIA). Permohonan ini bisa diakses sampai ke tingkat desa lewat bidan desa. Sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah, seluruh pelayanan tata kelola pemerintahan harus berbasis teknologi informatika,” jelasnya.

Dia melanjutkan aplikasi Si Anton nantinya pun diitegrasikan dengan aplikasi Si Pandu (pelayanan administrasi kependudukan). Dia menjelaskan integrasi dua aplikasi itu untuk mendukung perekaman data pemohon.

Menurut dia, terkait dengan lama pelayanan juga diperhatian mengingat ada rangkaian sistem yang jalan, mulai dari sistem dokumen, verifikasi, sampai dokumen jadi dan dokumen diambil. “Ketika pelayanan adminduk itu hanya 15 menit, maka instrumen untuk mewujudkan 15 menit ini harus disiapkan,” jelas dia.

Kabag Organisasi Setda Sragen, Mulyono, menambahkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sudah beorientasi pada peningkatan pelayanan karena kinerja pelayanan itu akan dinilai oleh Ombudsman.

Dia menyampaikan ada sejumlah OPD yang menjadi perhatian Ombudsman, yakni Disdukcapil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Sosial.

“Penilaian Sragen saat ini masih kuning yang diharapkan bisa menuju ke hijau. Di sisi lain, Bupati juga meminta setiap tahun harus ada minimal satu inovasi per OPD,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.

      Inilah Daftar 19 Desa di Sragen yang akan Menggelar Pilkades

      Pilkades serentak akan berlangsung 25 Oktober 2022

      Cuaca Sukoharjo Selasa 9 Agustus Ini, Cerah Berawan Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Selasa (9/8/2022).

      Bukan Magic, Ini Sebab Kebo Bule Keraton Solo Warnanya Putih Kemerahan

      Meski kerap dikaitkan dengan hal-hal magis, warna kulit pada kebo bule seperti yang ada di Keraton Solo bisa dijelaskan secara ilmiah.