Tutup Iklan

Pelayan Kota

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (1/9/2019). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah.

Solopos.com, SOLO — Pemilihan wali Kota Solo akan digelar pada 2020. Saat ini muncul 10 nama populer kandidat wali kota hasil survei Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo.

Mereka antara lain Achmad Purnomo, Teguh Prakoso, Gareng Sri Haryanto,  Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep. Kemunculan Gibran dan Kaesang  menjadi pembicaraan hangat sampai di tingkat nasional. Terlepas dari pro dan kontra Gibran atau Kaesang menjadi kandidat wali kota, ada yang menarik dari hasil riset  yang menunjukkan ada warga Kota Solo mendukung Gibran dan Kaesang. 

Dari hasil survei terungkap sebagian besar masyarakat menginginkan wali Kota Solo berlatar belakang pengusaha dan dari kalangan generasi milenial. Warga Solo ingin perubahan. Mereka ingin wali kota dan wakil wali kota dari kalangan muda. Generasi yang masih energik, dinamis, dan kreatif. Mereka ingin pemimpin yang belum terkontaminasi kepetingan politik dan kekuasaan dan memiliki idealisme yang kuat agar bisa menyejahterakan warga di tengah era digital yang penuh ketidakpastian.

Kalangan muda yang dimaksud tentu adalah generasi milenial. Siapkah generasi milenial menjadi pelayan kota? Saya sengaja menggunakan istilah ”pelayan kota” bukan ”pemimpin kota”. Kita hidup di negara demokrasi. Kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Presiden, gubernur, wali kota, bupati sampai jajaran terbawah lurah/kepala desa adalah pelaksana keinginan dan kehendak rakyat alias pelayan. Wali kota adalah pejabat eksekutif setara dengan manajer perusahaan.

Tidak Membeli Kucing dalam Karung

Paradigma pelayanan masyarakat perlu kita tanamkan agar kita jernih dalam menentukan sikap dan pilihan saat pemilihan kepala daerah. Tidak membeli kucing dalam karung. Tidak berebut jabatan atau mendukung kandidat secara membabi buta dengan menghalalkan segala cara.

Kota Solo sebagai kota budaya kental dengan tradisi kepemimpinan feodal, namun bila gaya tersebut dipertahankan  pasti ditolak. Salah satu tokoh yang mengubah gaya kepemimpinan di Kota Solo adalah Joko Widodo. Bisakah harapan warga Solo mendapat wali kota dari generasi milenial terpenuhi? Saya optimistis bisa. Adakah generasi milenial Solo  yang siap dan terpanggil untuk melayani? 

Tahun 2020 akan terjadi alih generasi yang sangat menentukan arah Kota Solo. Ada tiga generasi yang akan bertarung  dalam pemilihan wali Kota Solo, yaitu generasi baby boomers, generasi X, dan generasi Y. Generasi baby boomers kini berumur 55 tahun-70 tahun. Wakil  Wali Kota Solo Achmad Purnomo, mantan Rektor UNS Ravik Karsidi, dan Ketua Kadin Solo Gareng S. Haryanto masuk katagori generasi baby boomers.

Karakteristik generasi ini sangat matang, orientasi dan visi hidup condong ke spiritual, memperbanyak ibadah, menjauhkan diri dari hiruk pikuk duniawi. Lebih suka momong anak dan cucu. Sangat cocok tampil sebagai penasihat. Generasi X berumur 40 tahun-55 tahun, mapan dan matang pada aspek kejiwaan dan spiritual, mampu mengambil keputusan lebih jernih dan objektif. Pejabat di Kota Solo masuk katagori generasi X. Saat ini sebagian besar telah memasuki masa pensiun.

Ketua DPRD Solo Teguh Prakoso dan akuntan publik Rachmad Wahyudi masuk dalam katagori ini. Generasi milenial atau generasi Y berumur umur 25 tahun-40 tahun. Mereka berpenampilan  informal, tidak terlalu suka diatur, berpikir dan bertindak spontan serta terbuka. Tingkat emosional masih labil,  namun mereka adalah cerdas dan kreatif, berpandangan dan berjaringan luas, tidak tersekat primordialisme dan nasionalisme secara sempit. Gibran, Kaesang, dan tokoh-tokoh muda Solo masuk dalam kategori generasi milenial.

Empat Alternatif

Pemilihan wali Kota Solo pada 2020 perlu mempertimbangkan perpaduan generasi. Sangat riskan bila wali kota dan wakil wali kota berasal dari generasi milenial saja. Ada empat alternatif yang bisa dikembangkan. Pertama,  generasi baby boomber dan generasi milenial. Kedua, generasi X dan generasi milenial. Ketiga,  generasi milenial didampingi generasi baby boomber. Keempat, generasi milenial didampingi generasi X. 

Pada alternatif pertama figur wali kota  karismatik dan berwibawa, namun kurang visioner dan kurang gereget. Perkembangan kota cenderung stagnan. Ada jarak komunikasi wakil wali kota dengan wali kota. Pada alternatif kedua bisa lebih harmonis dalam mengemban tugas. Secara psikologis  hubungan mereka tidak banyak kendala. Bisa saling mendukung dan saling mengisi. Hubungan keduanya seperti kakak dan adik. Gaya dan pola kerja mereka tidak jauh berbeda.

Pada alternatif ketiga adalah kombinasi yang terlalu dipaksakan. Rawan memunculkan rasa ewuh pekewuh serta perasaan canggung sebab junior membawahi senior. Figur wali kota di mata masyarakat dan birokrasi masih dipandang terlalu muda. Belum matang dan minim pengalaman.

Alternatif keempat agak riskan karena keduanya bisa kebablasan dalam mengambil langkah dan tindakan. Tingkat pengendalian emosi masih kurang. Bila mereka berdua kompak dan punya visi yang sama, akan berdampak positif pada kemajuan warga kota. Bila terjadi konflik, mereka  bisa pecah kongsi di tengah jalan. Masing-masing akan mempertahankan ego. Tidak ada yang mau mengalah. Roda pemerintahan tersendat. Saya tidak menampilkan dan  menjagokan orang tertentu. Tidak mengarahkan siapa yang akan jadi.

Masih banyak unsur yang menjadikan seseorang jadi atau tidak yaitu kendaraan politik. Ini sekadar membuka wacana. Semoga esai singkat ini  menjadi renungan kita bersama. Memilih wali kota atau wakil wali kota adalah memilih pelayan kota. Bukan memilih penguasa kota.

 

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

FPKS DPRD Solo: Larang Konsumsi Daging Anjing Tak Harus Buat Perda

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka didorong segera mengeluarkan regulasi untuk larang perdagangan dan konsumsi daging anjing, bentuknya tak harus perda.

Sejarah Hari Ini: 30 November 2004, Lion Air JT 538 Tergelincir di Solo

Beragam peristiwa terjadi di dunia pada 30 November salah satunya tragedi tergelincirnya pesawat Lion Air di dekat Bandara Solo

Terlalu! Gubernur Sulsel Rela Korupsi Demi Belikan Jetski untuk Anak

Selain hukuman badan, majelis hakim juga mewajibkan Nurdin Abdullah membayar uang pengganti sebesar Rp2,187 miliar dan 350 ribu dolar Singapura subsider 3 tahun penjara.

Suami Istri di Pontianak Kompak Jual Sabu dan Ekstasi

Keduanya kami amankan berdasarkan informasi dari masyarakat ada pasangan suami istri diduga sedang membawa narkotika.

Kebiasaan Tidur yang Buruk Bikin Orang Merasa Tua, Ini Penjelasannya

Tim peneliti melaporkan ada hubungan penting antara kebiasaan tidur yang buruk dan merasa lebih tua secara umum.

Kecelakaan Karambol di Salatiga, Truk Tabrak 5 Mobil, 1 Meninggal

Kecelakaan karambol yang melibatkan truk dan lima kendaraan lain terjadi di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga, Senin (29/11/2021) malam.

Gegara Kalah Pilkades, Calon Kades Petahana di Jember Blokade Jalan

Gegara kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember, calon kepala desa petahana memblokade beberapa jalan.

Ini Dia Tukang Cukur Terkaya Pemilik 400 Mobil

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ramesh Babu memutuskan mulai menjalankan pangkas rambut yang ditinggalkan mendiang ayahnya.

Bacakan Pembelaan, Nani Terdakwa Satai Beracun Sisipkan Pesan Ini

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Apriliani Nurjaman, 25, menyampaikan sejumlah permohonan kepada majelis hakim PN Bantul saat membacakan pembelaan, Senin (29/11/2021).

Marak Penipu Bermodus Beli Kendaraan, Ini Tips dari Kapolres Sukoharjo

Kapolres Sukoharjo membagikan sejumlah tips agar terhindar dari aksi penipu yang berpura-pura hendak membeli kendaraan namun kemudian dibawa kabur sebelum dibayar.

Kembali Tampil di Konser Offline, Ini yang Dirasakan BTS

Kini BTS akhirnya harus kembali tampil offline dengan tampil di SoFi Stadium, Los Angeles, dalam konser pertama mereka sejak 2019.

Banjir Bandang Landa Wonosoco Kudus, 62 Rumah Warga Terdampak

Banjir bandang kembali melanda Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan 62 rumah dan satu tempat wisata terdampak.

Debut Gagal Jacksen F. Tiago di Persis Solo

PSCS Cilacap membuka peluang lolos melaju ke babak delapan besar jika PSIM Jogja kalah melawan Persijap Jepara pada Selasa (30/11/2021) malam.

Ada Kaitan Varian Omicron dengan Pengidap HIV, Ini Penjelasannya

Begini kaitan antara kemunculan varian Omicron dengan pengidap HIV di Afrika.

Dipindah ke Bogor, Reuni 212 Doakan Almarhum Putra Arifin Ilham

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan dalam memberikan izin Polri harus meminta rekomendasi dari berbagai pihak.

Waduh! 14 Remaja di Maluku Utara Kedapatan Mabuk Lem

BNNP Maluku Utara bekerja sama dengan Satpol PP Kota Ternate mengamankan 14 remaja yang kedapatan sedang mabuk lem.