Pelatih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Ternyata Wong Asli Solo, Ini Sosoknya

Ini dia sosok pelatih ganda putri atlet bulu tangkis Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang ternyata asli Solo, Jawa Tengah. Siapa dia?

 Eng Hian bersama Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (Instagram/@enghian)

SOLOPOS.COM - Eng Hian bersama Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (Instagram/@enghian)

Solopos.com, SOLO — Ternyata pelatih pebulu tangkis Greysia Polii adalah orang asli Solo, Jawa Tengah. Kira-kira siapa dia?

Seperti diketahui, ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu baru-baru ini membuat bangga Indonesia karena berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Baca Juga:  Profil Greysia Polii, Pebulu Tangkis Sahabat Agnez Mo yang Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Ternyata di balik kesuksesan Greysia Polii maupun Apriyani Rahayu, ada sosok yang berjasa besar, yakni Eng Hian.

Hal tersebut terungkap dari unggahan Greysia Polii, beberapa bulan yang lalu di Instagram.

Baca Juga:  Profil Apriyani Rahayu, Pasangan Greysia Polii yang Berhasil Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Pelatih saya keturunan Tionghoa tulen asal Solo. Pasangan saya di lapangan keturunan Papua-Blitar. Saya orang Minahasa tulen ada Tionghoa dikit. Kalau bukan Indonesia yang mempersatukan kami, kami tidak akan pernah bisa bersatu,” ucap pengguna akun Instagram @greyspolii itu.

Dirangkum dari berbagai sumber, pelatih Greysia Polii, Eng Hian merupakan atlet bulu tangkis keturunan Tionghoa yang pernah bertanding untuk Indonesia di ajang internasional.

Baca Juga:  Duh Duh Duh, Pose Raisa di Instagram dengan 2 Kancing Baju Dibuka Bikin Heboh

Pria yang kerap disapa Didi ini melatih kedua atlet kebanggaan Indonesia ini bukan hanya sekedar di lapangan, tapi dia juga meminta Greysia Polii dan Apriyani Rahayu untuk tidak bereuforia berlebihan sebelum medali emas diperoleh.

profil apriyani rahayu
Pebulutangkis ganda Putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu mencium medali emas yang berhasil mereka raih untuk nomor bulutangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan Chen/Jia Yi Fan dua set langsung. 21-19 dan 21-15. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Sosok Didi, Pelatih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Bukan kali ini saja Didi mengantarkan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu memperoleh medali emas di cabang olahraga bulu tangkis.

Jerih payahnya membuat Greysia Polii berhasil meraih medali emas di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Kala itu, Greysia Polii berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Baca Juga:  Benarkah Labu Kuning Bisa untuk Obat Covid?

Untuk Greysia/Apriyani, Didi juga pernah menghantar mereka menjadi juara di turnamen Yonex Thailand Open 2021.

Sebelum menjadi pelatih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, Didi juga atlet bulu tangkis yang mulai dikenal masyarakat pada 2003 hingga 2007. Kala itu, dia pernah bermain sebagai ganda putra Indonesia yang berpasangan dengan sederet permain ternama.

Baca Juga: Profil Dokter Reisa Broto Asmoro, Jubir Covid-19 yang Juga Bergelar Keraton Solo

Dan prestasi terbaik pelatih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang ditorehkan untuk Indonesia adalah medali perunggu Olimpiade 2004 bersama Flandy Limpele.

Sebelum menjadi pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian sempat menjadi pelatih tim Singapura. Ia pun mengklaim mampu mengangkat prestasi bulu tangksi negara tersebut.

Baca Juga: Duh, Konsumsi Susu Sapi Bisa Picu Kanker Payudara

Berita Terkait

Berita Terkini

Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persela vs Persita, Borneo FC vs Barito Putera, Persikabo vs Persik

Laga pembuka Liga 1 akhir pekan ini dibuka oleh Persela Lamongan vs Persita Tangerang di Stadion Pakansari Cibinong.

Indonesia Turun ke Urutan 175 Peringkat FIFA Terbaru

Di Asia Tenggara, Indonesia berada di bawah Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, Malaysia,  dan Singapura.

Persis Solo Tim Unggulan Liga 2, Eko Purdjianto Ingatkan Pantang Jemawa

Eko Purdjianto mengingatkan seluruh tim di Grup C punya potensi menyulitkan apabila tim tidak wawas diri.  

Liga 2 Kick-off 26 September 2021, Ini Format Babak Penyisihan Grup

Liga 2 2021 akan memakai format double round-robin. Masing-masing tim akan bermain sebanyak 10 kali dalam fase grup ini.

Pasoepati Tak Sabar Saksikan Duel Persis Solo vs PSIM Jogja

Persis Solo dua kali mencundangi PSIM Jogja pada fase grup Liga 2 2019.

Derbi Mataram di Liga 2, Kisah Kelam Persis Solo vs PSIM Jogja Jangan Terulang Lagi

Derbi Mataram berakhir kelam saat Persis Solo melawat ke markas PSIM Jogja dalam ajang Liga 2 pada 21 Oktober 2019.

Tidak Ada Nama AHHA PS Pati FC dalam Daftar Kontestan Liga 2

PT Liga Indonesia Baru memilih menggunakan PSG Pati sesuai hasil Kongres Tahunan PSSI 2021.

Breaking News! Persis Solo Tuan Rumah Liga 2, Segrup dengan PSG Pati dan PSIM Jogja

Persis Solo menjadi salah satu tuan rumah penyisihan grup Liga 2 dan tergabung dengan tim-tim dari Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Jelang IBL 2022, The Saints USKW Salatiga Ganti Pelatih

Tim bola basket Satya Wacana Saints Salatiga (SWSS) mengganti posisi head coach, atau pelatih kepala dari Efri Meldi kepada Jerry Lolowang.

Klasemen Liga Champions Grup A-D setelah Laga Semalam

Kemenangan besar diraih Manchester City dan Ajax Amsterdam pada laga dini hari tadi.

Jelang Pensiun dari MotoGP, Valentino Rossi  Mengaku Paranoid

Valentino Rossi akan menunggangi motor Yamaha-nya untuk kali terakhir pada GP Valencia 2021.

Hasil Liga Champions Semalam: Manchester City, Liverpool, dan Real Madrid Menang, PSG Imbang

Manchester City berpesta enam gol 6-3 saat menjamu wakil Jerman, RB Leipzig, di Etihad Stadium pada laga perdana Grup A.

Tentukan Tuan Rumah Liga 2, PSSI-PT LIB Gelar Pertemuan

PSSI akan melakukan verifikasi stadion bagi klub yang mengajukan diri sebagai tuan rumah babak penyisihan Liga 2.

PSMS Medan Legawa Jika Stadion Teladan Tak Terpilih Jadi Venue Liga 2

 PSMS Medan masih menyelesaikan perbaikan rumput dan lampu di Stadion Teladan.

IBL Tambah Jadi 16 Tim, Ada Klub Milik Artis Raffi Ahmad

Jika musim sebelumnya klub IBL hanya tersebar di delapan kota (12 tim), kini ada 12 kota dengan 16 tim yang akan menyemarakkan kompetisi.