Pelari Kenya Rajai Semua Kategori, Ini Pemenang Bank Jateng Borobudur Marathon 2017
Pemenang Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 berfoto bersama di kompleks Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Minggu (19/11/2017). (M Ismail/JIBI/Solopos)

Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 diikuti pelari dari luar negeri.

Solopos.com, MAGELANG -- Pelari asal Kenya merajai event Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 kompleks Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Minggu (19/11/2017).

Pelari nasional Agus Prayoga yang turun di half marathon (21K) closed category memenuhi janjinya untuk menjuarai kategori yang diikutinya.

Anggota Komite BJBM, Budiman Tanuredjo, mengatakan pemenang BJBM tahun ini didominasi pelari luar negeri khususnya atlet asal Kenya. (Baca: BJBM Diikuti Ribuan Peserta)

Ia mencontohkan marathon (42K) open category lima besar pemenang semuanya dari Kenya. Atlet asal Kenya yang keluar sebagai juara pertama male marathon open category adalah Kiprop Tonui dengan berhak membawa uang tunai senilai Rp110 juta.

"Juara pertama marathon open category female juga didapat atlet asal Kenya atas nama Elizabeth Rumokol Chekanan. Kami memberikan uang pembinaan seniai Rp110 juta," ujar Budiman kepada wartawan seusai acara BJBM, Minggu.

Ia mengatakan atlet asal Indonesia belum mampu menjuarai open category yang dilombakan yakni 10K, 21K, dan 42K. Ia mengatakan secara menyeluruh BJBM 2017 sukses dan bahkan lebih baik dari tahun lalu.

"Kami bersyukur hujan yang sempat turun di kompleks Candi Borobudur tidak mengganggu peserta untuk mengikuti lomba sampai akhir. Warga Magelang bahkan memberikan semangat kepada peserta saat melewati rute maraton," kata dia.

Naik Kelas

Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi BJBM. Panitia berharap kedepan BJBM bisa naik kelas sehingga bisa setara dengan maraton internasional seperti Tokyo Marathon. "Kami melihat tema Reborn Harmony sangat terlihat dalam event BJBM tahun ini," kata dia.

Direktur Bank Jateng Supriyatno, mengatakan Bank Jateng sebagai sponsor utama sudah pasti akan berusaha keras agar semua peserta BJBM puas. Ia optimistis BJBM ke depan lebih baik dengan banyak diikuti atlet dari luar negeri.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, mengatakan selama mengikuti maraton di daerah lain baru kali pertama ini melihat start acara tepat waktu pukul 05.00 WIB untuk kategori 42K, kategori 21K dimulai pukul 05.30 WIB, dan 10K dimulai pukul 06.00 WIB.

BJBM tahun ini sangat meriah dengan kehadiran peserta dari 27 negara dari tahun lalu hanya 20 negara. "Kami akui Kemenpora tidak bisa berjalan sendiri dalam memajukan olahraga. Terobosan baru sangat diperlukan dengan memadukan sport tourism hingga religi seperti yang terlihat di BJBM," kata Imam kepada wartawan.

Imam menjelaskan perpaduan antara sport tourism sangat diperlukan karena dapat meningkatkat jumlah wisatawan dan dapat memunculkan bibit muda. Olahraga sepeda berpotensi untuk bisa dikembangkan seperti BJBM yang memadukan sport tourism.

Pelari asal Etiopia juara pertama 10K open category, Tariku Demelash, 25, mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua mengikuti BJBM. Selama mengikuti BJBM dikategori 10K selalu keluar sebagai juara.

"Saya akui rute BJBM memang sulit untuk ditaklukan karena banyak jalan menanjak. Banyaknya penampilan kesenian lokal dari warga setempat di sepanjang route race memberikan semangat para pelari," kata Tariku kepada Solopos.com.

Pelari nasional Agus Prayoga mengatakan sangat puas meskipun tidak banyak peserta lokal menjuarai open di kategori 10K, 21K, dan 42K.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom