Kategori: Solo

Pelantikan Gibran-Teguh Tak Jadi Di Balai Kota Solo, Ini Alasannya


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, Jumat (26/2/2021), tak jadi digelar di Balai Tawangarum Kompleks Balai Kota Solo.

Lokasi peelantikan pindah ke Gedung DPRD Solo mulai pukul 08.00 WIB. Pelantikan berlangsung secara virtual karena menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Solo, Wahyu Kristina, mengatakan perubahan tempat tersebut sesuai arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Baca Juga: Usung Tagline Wartawan Solo Wani Divaksin Covid-19, Nyatanya Takut Jarum Suntik

Guna efektivitas, pelantikan Gibran-Teguh sekaligus berlanjut dengan serah terima jabatan dan rapat paripurna DPRD dengan agenda pidato pertama wali kota.

Wahyu mengatakan seluruh acara diselenggarakan dalam satu rangkaian di Gedung DPRD, tidak jadi di Balai Kota. Hal itu supaya tidak perlu berpindah-pindah tempat.

"Dulu kan rencananya di Tawang Arum. Kemudian rapat paripurna pada 1 Maret di Gedung DPRD. Tapi kan harus dua kali kegiatan akhirnya provinsi membuat surat untuk efektivitas pelaksanaan jadi dirangkaikan menjadi satu,” katanya, kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Ular Piton Bermunculan Di Mojosongo Solo 2 Hari Terakhir, Ada Apa Ya?

Kendati begitu, daftar undangan pelantikan Gibran-Teguh tak berubah dari rencana semula yakni 25 orang termasuk pasangan kepala daerah terpilih.

Setelah pelantikan juga ada serah terima Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda, keduanya dijabat oleh istri Wali Kota. Selain itu, undangan juga terdiri dari unsur Forkompimda, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Rapat Paripurna

Kemudian Plh Wali Kota beserta istri, mantan wali kota dan wakil wali kota, FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo.

Baca Juga: Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Sekda Sragen Rasakan Ngantuk Selama 7 Jam

“Anggota DPRD nanti diundang ketika rapat paripurna. Karena itu kan ada dua acara di gedung yang sama. Ada dua sesi. Sesi pertama selesai perkiraan pukul 09.30 WIB, kemudian disambung paripurna. Nanti saat paripurna ada tambahan anggota DPRD, KPU juga. Di dewan kan kursi sudah tertata berjarak,” jelasnya.

Lebih lanjut, pelantikan Gibran-Teguh sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo butuh persiapan lebih karena digelar virtual. Pemkot bakal menggelar geladi bersih di Gedung DPRD sehari sebelum acara.

Geladi bersih diikuti personel dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pilkada 2020. Pelantikan nanti bersamaan dengan daerah lain.

Baca Juga: Gelapkan Uang BBM Rp15 Miliar Di Solo, Pengusaha Surabaya Divonis 3 Tahun Penjara

“Kami hanya menunggu giliran. Hanya bedanya Pak Gubernur berkenan menyaksikan sertijabnya di Solo,” imbuhnya.

Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Solo, Ahyani, menjelaskan dalam kondisi normal, pelantikan Wali Kota Solo seharusnya dilaksanakan Gubernur Jawa Tengah di Semarang. Beberapa hari kemudian, Wali Kota baru menjalani sertijab di Gedung DPRD setempat.

"Sertijab itu dilanjutkan dengan pidato perdana di depan anggota dewan dalam bentuk rapat paripurna," katanya.

Share