Pelantikan Bupati-Wabup Klaten Enggak Pakai Acara Makan-Makan
Sejumlah pekerja menata kawasan Pendopo Pemkab Klaten untuk pelantikan calon bupati-wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2020, Rabu (24/2/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Persiapan pelantikan bupati-wabup terpilih hasil Pilkada Klaten 2020, Sri Mulyani-Yoga Hardaya, terus bergulir. Pendopo Pemkab Klaten yang akan menjadi lokasi pelantikan secara virtual pada Jumat (26/2/2021) sudah dihias.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan penataan lokasi untuk pelantikan ditargetkan rampung pada Rabu (24/2/2021) malam.

“Kami berharap malam ini [Rabu] sudah selesai persiapan lokasi, besok [Kamis (25/2/2021)] bisa dilakukan geladi bersih,” kata Ronny saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu siang.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Bupati-Wabup, Polres Sukoharjo Siapkan Pengamanan Menara Wijaya

Ronny mengatakan pelantikan bupati-wabup Klaten secara virtual digelar bersamaan dengan kepala daerah terpilih dari kabupaten/kota lain wilayah Jawa Tengah. Pelantikan oleh Gubernur Jawa Tengah atas nama Mendagri.

Setelah pelantikan dilanjutkan serah terima dari pelaksana harian (Plh) Bupati Klaten ke Bupati Klaten definitif. Sementara penyampaian visi dan misi bupati-wakil bupati melalui rapat paripurna DPRD Klaten digelar pada 1 Maret 2021.

Baca Juga: Jumlah Kasus Covid-19 Solo Terus Menurun, RS Ingin Alihfungsikan Ruang Isolasi 

Ronny juga mengatakan jumlah tamu pada acara Jumat nanti dibatasi. Sesuai rencana awal, jumlah tamu dalam Pendopo Pemkab Klaten hanya 25 orang antara lain keluarga pasangan kepala daerah terpilih, Forkompinda, ketua KPU, ketua Bawaslu, serta pimpinan DPRD.

Sementara jumlah tamu undangan pelantikan bupati-wabup di luar pendopo terbatas pada pejabat lingkungan Pemkab Klaten, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Acara berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga: Mengenal Putra-Putri Mahkota Politikus Soloraya, Akankah Mereka Sesukses Ayahnya?

Soal alokasi anggaran, Ronny mengatakan sudah ada persiapan sejak awal oleh Bagian Umum Setda Klaten. Ronny mengatakan anggarannya tak besar lantaran jumlah tamu terbatas serta tak ada hidangan makanan atau minuman menyesuaikan protokol kesehatan.

“Untuk konsumsi tidak ada yang dihidangkan. Hanya disiapkan nasi kotak atau goodiebag karena mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom