Pelanggaran anggota Paspampres ditekan

BOGOR: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau rumah
dinas pasukan pengamanan presiden (Paspampres) senilai Rp65,90 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2007, di Desa Bojong Nangka,
Bogor, hari ini.

Presiden Yudhoyono mengatakan , fasilitas akomodasi pertahanan yang
terkonsentrasi sangat penting mengingat pasukan harus berkumpul dalam
waktu cepat dan memerlukan kesiagaan yang tinggi untuk mengemban
tugas-tugas yang penting.

Perumahan dinas yang terkonsenrasi,
lanjut Presiden, akan memudahkan pengawasan dan meminimalkan
pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan anggota Paspampres. "Harapan
saya masalah yang dulu ada tidak terjadi lagi," katanya.

Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda TNI Eris Herryanto mengatakan perumahan dinas itu menelan dana sekitar Rp65,90 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2007, termasuk biaya pembebasan tanah senilai Rp7,1 miliar.

Flat sebanyak tujuh blok dibangun di atas area seluas 3 hektare dengan luas bangunan 2,15 hektar, dengan tiap blok dapat menampung hingga 50 keluarga prajurit. Sebanyak dua blok tipe 60 ditujukan untuk para perwira, dua blok tipe 45 untuk bintara, dan tiga blok tipe 36 untuk tamtama. Kompleks perumahan ini mulai dibangun pada 1 Juli 2007 dan selesai pada 30 April 2008. Departemen Pertahanan membangun enam blok, sisanya dikerjakan oleh Markas Besar TNI.

Saat ini, perumahan dinas dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan, seperti taman kanak-kanak. Penambahan sarana pendukung lainnya akan dilakukan dengan anggaran sebesar Rp8 miliar yang diambil dari APBN 2010.

Selain di Bojong Nangka, perumahan dinas Paspampres yang lain berada di Bogor, Cijantung, dan Tanah Abang. (Ratna Ariyanti/JIBI/Bisnis.com)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom