Pelakunya Bunuh Diri, Motif Pembunuhan Novi di Luweng Wonogiri Tetap Misteri
Proses evakuasi mayat perempuan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (27/9/2018) malam. (Istimewa-Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Motif pembunuhan Novi Wahyuning Pangesti, 20, warga Surupan, Bulurejo, Nguntoronadi, Wonogiri, yang mayatnya ditemukan di luweng Pracimantoro, 27 September lalu, akan tetap jadi misteri.

Hal itu karena si pelaku yang tak lain adalah kekasih Novi, Reno Risanto, 29, sudah meninggal dunia karena bunuh diri. Mayat Reno ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon wilayah Giriwono, Kecamatan Wonogiri, pada 4 Oktober atau enam hari setelah mayat Novi ditemukan di area luweng atau sungai bawah tanah di Dusun Bakalan, Gambirmanis, Pracimantoro.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat jumpa pers di halaman Pendapa Rumah Dinas Bupati kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (21/12/2018), menyampaikan polisi sudah lama meyakini Reno adalah pembunuh Novi. Keyakinan itu muncul sejak mayat Reno ditemukan gantung diri di Giriwono.

Namun, polisi baru bisa mengungkap hal tersebut setelah hasil tes DNA yang terbit Selasa (18/12/2018) memastikan mayat perempuan di luweng Pracimantoro memang Novi. Dengan diketahuinya identitas korban secara resmi, penyidik dapat menyatukan berbagai petunjuk dan bukti hingga mendapatkan data utuh mengenai pelaku.

Tersangka adalah Reno alias Buluk, pemuda asal Gesik, Songbanyu, Gunung Kidul, DIY, yang ditemukan gantung diri di Giriwono, Kecamatan Wonogiri, 4 Oktober lalu.

“Dugaan pelakunya adalah Reno sudah lama ada setelah yang bersangkutan ditemukan gantung diri. Semua petunjuk dan bukti yang ada mengarah kepada dia,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim, AKP Aditia Mulya Ramdhani, bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda).

Keyakinan bahwa korban adalah Novi sudah ada sejak sejumlah barang bukti yang ditemukan di kerangkanya tersebar di dunia maya. Barang bukti itu seperti pakaian dan helm.

Bahkan, atas keyakinan itu keluarga memakamkan kerangka Novi di permakaman dusun tempat tinggal orang tua, 31 Oktober, meski hasil tes DNA saat itu belum keluar.

Kapolres melanjutkan dari hasil pemeriksaan kerangka, tengkorak kepala Novi retak di bagian depan dan belakang. Diduga tengkorak retak akibat benturan dengan benda keras.

Namun, penyidik belum dapat menyimpulkan tengkorak Novi retak akibat dipukul pelaku menggunakan alat tertentu, dibenturkan, atau benturan akibat terjatuh di luweng. Penyebab kematian dan motif pembunuhan belum dapat terungkap dan akan tetap jadi misteri karena pelakunya sudah mengakhiri hidup.

“Penyidik meyakini pelakunya tunggal karena tidak ada indikasi keterlibatan orang lain. Petunjuk dan bukti hanya mengarah kepada Reno,” ulas Kapolres.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom