Pelaku Wisata Sudah Kangen Jualan, Intip Aktivitas Mereka di Prambanan dan Malioboro
Salah satu pedagang di kawasan Wisata candi Prambanan menggunakan face shield, Selly Putri, mengecek dan merapikan dagangannya, Rabu (3/6/2020). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)

Solopos.com, JOGJA -- Setelah tiga bulan tak berjualan, sejumlah pedagang di kawasan wisata Candi Prambanan berdatangan, Rabu (3/6/2020) sejak pukul 08.00 WIB. Para pelaku wisata itu mengecek lapak mereka yang ditinggal selama pandemi Covid-19.

Sudah dua bulan ini setiap hari Rabu para pedagang pelaku wisata itu membersihkan kios-kios mereka. Tujuannya, agar saat telah buka nanti barang dagangan tidak rusak.

Ada ratusan pedagang di kawasan Prambanan, namun hanya beberapa pedagang saja yang datang membersihkan lapak.

Sambut New Normal, Semua Tenant Mal di Solo Beroperasi Kecuali 2 Wahana Ini

Kios-kios di Prambanan memang tampak sepi, Rabu. Enam lorong pedagang sunyi. Hampir semua rolling door tertutup, beberapa di antaranya ditutup terpal berwarna biru.

Beberapa pedagang yang datang pagi itu mulai menyapu halaman kios-kios mereka, membuka rolling door, dan menyapu bagian dalam kios sembari mengecek dagangan mereka. Sesekali para pedagang bertegur sapa dan bercerita.

Salah satu pedagang yang datang pagi itu adalah Selly Putri. Mulai pukul 08.30 WIB, ia membuka kios dagangannya. Mengenakan masker dan face shield, pelaku wisata itu membersihkan dan merapikan dagangan, mulai dari daster, kaos, dan baju-baju batik lainnya.

Rekomendasi Saham Kamis 4 Juni, Jual Wijaya Karya atau Beli Unilever

Kapur barus dia sebar di sudut-sudut kios berukuran sekitar 4x3 meter tersebut. Selama masa pandemi Covid-19, dirinya memang lebih mengandalkan penjualan secara daring.

Meski, penjualan secara daring belum bisa menjanjikan dibandingkan jika berjualan seperti biasa. Namun, baginya setidaknya ada pemasukan daripada tidak ada sama sekali.

Ditanya kesiapannya menghadapi new normal, pelaku wisata di Prambanan ini mengatakan telah siap. Sejumlah protokol pencegahan Covid-19 akan dipersiapkan oleh pihak pengelola PT Taman Wisata Candi.

5.310 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Angka Kematian Dekati Jakarta

Dia secara pribadi juga mulai menyiapkan diri dengan mengenakan masker, menyiapkan hand sanitizer, hingga menggunakan face shield.

“Untuk sementara memang mengandalkan online dulu, walaupun tetap jauh dari pendapatan biasanya. Tetapi kalau nggak gitu, ya tidak ada pendapatan juga. Belum tahu pasti ini jadi bukanya kapan, tetapi ya sudah mulai siap-siap sendiri. Kabarnya ada tahap-tahap percobaan,” ucap Selly, Rabu (3/6/2020).

Pedagang Malioboro Mulai Membuka Lapak

Lain halnya dengan kawasan wisata Candi Prambanan, sejumlah pedagang pelaku wisata di kawasan Malioboro mulai tampak beraktivitas. Meski, masih banyak yang tutup, termasuk toko-toko.

Walaupun suasana Malioboro tampak lengang, para pedagang masih menaruh harapan. Salah satu pedagang pakaian batik, Yati, mengatakan sesekali ia mencoba membuka lapaknya, meski tidak setiap hari.

Pasutri Ditemukan Tewas, Suami Tergantung di Kamar & Istri di Kamar

“Daripada hanya di rumah saja jenuh juga. Biasa dari dulu jualan, ya kadang laku, kadang tidak laku juga. Sore itu kadang ada yang beli,” ujar dia.

Dia yang biasa membuka lapaknya dari pagi dan terkadang hingga tengah malam, mengurangi jam bukanya. Semenjak Covid-19, pelaku wisata ini membuka lapak lebih siang, mulai pukul 11.00 WIB. Dia pun terkadang rugi karena tidak ada pembeli, namun harus membayar tenaga untuk mendorong dagangannya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo, mengatakan sesuai arahan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, kawasan wisata di wilayah DIY tidak boleh terburu-buru buka. Kesiapan fisik maupun non fisik untuk menunjang kawasan wisata harus dipastikan dulu dan dilakukan secara bertahap.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho