Tutup Iklan
Pelaku Wisata Sragen Bisa Dapat Bantuan Lauk Pauk, Ini Caranya
Museum Purba Sangiran di Sregan, Jawa Tengah. (Instagram)

Solopos.com, SRAGEN -- Para pelaku wisata Sragen bisa mendapatkan bantuan lauk pauk siap saji (balasa) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Bantuan lauk pauk siap saji diberikan langsung oleh Kemenparekraf kepada pelaku wisata di Sragen tanpa melalui perantara Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disparpora Sragen, Muhtar Ahmadi, mengatakan Disparpora Sragen hanya bertugas menyampaikan link terkait cara mendapatkan bantuan itu dari Kemenparekraf kepada pelaku wisata melalui penanggung jawab objek (PJO).

“Setelah link kami sampaikan, pelaku pariwisata bisa menginput data diri secara mandiri. Jadi, siapa saja yang menginput data secara mandiri itu kami tidak tahu. Apakah data itu akan divalidasi lagi oleh Kementerian, kami juga belum tahu,” terang Muhtar Ahmadi kepada solopos.com, Selasa (7/7/2020).

Begini Peringatan Tegas Kapolres Sragen terkait Tugu Perguruan Silat

Muhtar menjelaskan terdapat sekitar 140 pelaku wisata di Sragen. Mereka merupakan pelaku usaha warung makan, souvenir, penginapan, pemandu wisata di sekitar empat objek wisata yang dikelola pemerintah.

Yakni Museum Purbakala Sangiran, Gunung Kemukus, Pemandian Air Panas Bayanan dan Kolam Renang Kartika.

Jumlah itu, belum termasuk pelaku wisata di sejumlah desa wisata. Muhtar tidak memungkiri semua pelaku pariwisata bisa menginput data secara mandiri untuk mengakses bantuan dalam program balasa.

“Misal, di luar kompleks Museum Sangiran itu masih ada banyak rumah makan dan penjual souvenir. Mereka juga pelaku pariwisata. Mereka bisa menginput data secara mandiri,” ucap Muhtar.

Usaha Mandek

Muhtar mengaku tidak tahu kapan balasan bisa disalurkan kepada pelaku wisata yang terdampak Covid-19.

“Info yang kami terima, penyaluran balasa terbagi di beberapa tempat di Jateng. Penyaluran bantuan itu dikawal Polri,” papar Muhtar.

Kisah Misteri Dam Bontit Mondokan Sragen, Tempat Penemuan 2 Benda Mirip Jenglot

Kepala Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Widodo, mengatakan terdapat sekitar 50 warganya yang bekerja sebagai pelaku wisata di kompleks Museum Purbakala Sangiran.

“Sudah lebih dari tiga bulan ini usaha mereka mandek karena museum ditutup untuk wisatawan. Yang punya lahan ya bekerja sebagai petani. Jadi, mereka memaksimalkan pekerjaan sampingan demi mendapatkan penghasilan,” terang Widodo.

Ada Pasar Janglot di Tangen Sragen, Apa Ada Hubungannya dengan Jenglot?


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho