Pelaku PERAMPOKAN DI MANYARAN Ditangkap di Surabaya
TERTANGKAP--Tersangka perampokan yang masuk target operasi (TO) Operasi Sikat Candi 2012 Polres Wonogiri, Sutrisno alias Bulus, 32 (kiri), warga Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri ditangkap di Surabaya, Jatim dan ditanyai oleh Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Supriyadi sesampai di Polres Wonogiri, Senin (27/2/2012).Espos/Trianto Hery Suryono
TERTANGKAP--Tersangka perampokan yang masuk target operasi (TO) Operasi Sikat Candi 2012 Polres Wonogiri, Sutrisno alias Bulus, 32 (kiri), warga Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri ditangkap di Surabaya, Jatim dan ditanyai oleh Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Supriyadi sesampai di Polres Wonogiri, Senin (27/2/2012).Espos/Trianto Hery Suryono

WONOGIRI--Tim reserse mobilisasi (Resmob) Polres Wonogiri yang dipimpin Ipda M Kariri menangkap seorang pelaku perampokan yang beraksi di Manyaran dua tahun silam. Tersangka Sutrisno alias Bulus, 32, ditangkap di persembunyiannya di Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/2/2012) malam setelah bersembunyi sekitar dua tahun.

Tersangka warga Dusun Tunggul RT 001/RW 020, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri itu, Senin (27/2) telah diperiksa oleh penyidik dan ditahan di Mapolres Wonogiri. Oleh polisi, tersangka Bulus dimasukkan daftar pencarian orang (DPO) setelah kejadian pada 14 Februari 2010 dan masuk target operasi (TO) Operasi Sikat Candi 2012.

Pernyataan itu disampaikan Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Supriyadi didampingi Kasatreskrim AKP Sugiyo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Ni Ketut Swastika saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin. Menurut Supriyadi, dengan tertangkapnya Sutrisno alias Bulus maka lima pelaku perampokan terhadap belantik sapi, Wastini, warga Gunung Kidul, Yogyakarta telah tertangkap semua.

“Lima pelaku sudah tertangkap semua, empat di antaranya telah selesai disidang dan mendapat vonis dari hakim. Dengan demikian, kasus perampokan di Manyaran telah tuntas,” ujarnya.

Dijelaskannya, pelaku ditangkap di rumah salah satu famili. “Berbagai informasi mengenai persembunyian tersangka Sutrisno alias Bulus telah masuk namun polisi masih menyeleksi dan mendalami. Hasil penyelidikan, akhirnya diputuskan untuk melakukan pengejaran ke Surabaya akhir pekan lalu.”

 

Menyerahkan diri
Tersangka Sutrisno alias Bulus mengaku, awalnya melarikan diri ke Lampung namun akhirnya memutuskan berpindah-pindah tempat atau nomaden. Menurutnya, teknik nomaden dilakukan untuk menghindari penangkapan oleh petugas. “Awalnya ada keinginan untuk menyerahkan diri namun istri belum siap. Akhirnya saya memutuskan untuk berembuk dengan anggota keluarga yang lain.”

Dia menjelaskan, peran yang dilakukan saat kejadian adalah sebagai pengawas atau memantau situasi. Warga Manyaran itu mengatakan telah menerima hasil kejahatan namun tidak sebesar apa yang dikatakan teman-temannya. “Saya dikabarkan mendapat Rp4,5 juta tetapi tidak sebesar itu,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ditangkap dirinya sedang berembuk soal teknis menyerahkan diri dengan pihak keluarga. Sementara itu, Kasatreskrim AKP Sugiyo mengatakan, tersangka ditangkap Minggu sekitar pukul 21.20 WIB di rumah kakaknya di Kampung Kalikendal, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Barang bukti yang mendukung keterlibatan tersangka, ujarnya, di antaranya empat buah motor yakni motor C 100 bernopol AD 5077 FK, Suzuki Shogun AD 2805 VW, Yamaha Jupiter AD 5773 KZ dan RK King AD 3430 MB, sebuah ponsel dan sebuah senjata api merek Sharp-inova.

Pada bagian lain, Sugiyo mengatakan, tim Resmob masih menyelidikan kasus Curas di Bulukerto. Diberitakan, kawanan perampok, Agus Yulianto alias Tato, 30, Larto Wiyono alias Kemis, 50, Sugimin alias Sugito, 50, dan Kartono, 43, ditangkap polisi. Keempatnya ditangkap hanya dua hari setelah aksi perampokan terhadap istri seorang blantik sapi asal Gunung Kidul, Yogyakarta di Manyaran, Ny Wastini.

Korban Wastini menderita kerugian uang tunai senilai Rp 18,5 juta, seuntai kalung emas dan ponsel. Satu di antara mereka, yakni Sugiman, warga Tunggul, Desa Gunungan, Manyaran, mengalami luka tembak di betis kanan karena berusaha melarikan diri dan melawan saat ditangkap.

(JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery Suryono)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom