Pelaku Pengeroyokan Anak di Sragen Diringkus, Polisi Ungkap Fakta Baru

Polres Sragen berhasil menangkap lima dari tujuh pelaku Pengeroyokan terjadap dua pelajar di di Taman Krido Anggo Sragen. Dari penangkapan itu, polisi mengidentifikasi adanya kelompok pemuda yang sepak terangnya mengancam kondusivitas Sragen.

 Ilustrasi pengeroyokan  (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengeroyokan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN — Aparat Polres Sragen mengidentifikasi adanya komunitas anak muda berbasis media sosial (medsos) yang suka membikin keonaran. Keberadaan mereka dianggap  mengancam kondusivitas daerah Sragen.

Polisi mengidentifikasi  komunitas itu setelah mereka mengungkap aksi pengeroyokan dua pelajar oleh tujuh  pemuda. Pengeroyokan itu terjadi di Taman Krido Anggo Sragen pada pertengahan Juli 2022 lalu.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, menyebut dari tujuh pelaku pengeroyokan yang terindentifikasi, yang  ditangkap baru lima orang. Dua sisanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron. Dari lima tersangka yang ditangkap, dua  di antaranya masih anak-anak.

Kapolres menyebut dua tersangka yang masih anak-anak itu masing-masing berinisial KPP dan NH. KPP masih berumur 17 tahun lima bulan, asalnya dari Kecamatan Ngrampal, Sragen. Sementara NH  berusia 14 tahun 10 bulan, warga wilayah Kecamatan Sragen Kota.

Baca Juga: Ade Armando Beri Kesaksian di Sidang Kasus Pengeroyokan Dirinya

Tiga tersangka lainnya adalah MR, 26, warga Sragen Kulon, Sragen; MI, 18 tahun lebih empat bulan, warga Karangmalang, Sragen, dan AR, 18 tahun lebih delapan bulan, warga Ngrampal.

Kapolres menerangkan korban pengeroyokan juga masih anak-anak, yakni ARM, 15; dan VA, 14, yang masih pelajar dari wilayah Kabupaten Sragen. “Antara korban dan para tersangka tidak saling kenal,” ungkap Piter dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Jumat (29/7/2022).

Awalnya, kelompok tersangka ini melakukan kopdar [kopi darat ] untuk kumpul-kumpul pada pukul 21.00 WIB. Pada pukul 22.00 WIB, mereka konvoi dan melewati Taman Krido Anggo dan bertemu dua korban bersama teman-temannya.

Kelompok tersangka ini menekan kedua korban dan teman-temannya. Dalam interaksi itu akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap dua orang korban oleh tujuh tersangka.

Baca Juga: 3 Tersangka Penganiaya Wartawan di Sumsel Dibekuk

Korban dipukul dan ditendang hingga terjatuh dari motor. Mereka mengalami luka-luka pada bagian pelipis, punggung, tangan, dan bibir pecah. Kedua korban kemudian melapor ke Polres Sragen.

Satreskrim langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat, polisi bisa mengidentifikasi tujuh orang tersangka, tetapi baru lima tersangka yang ditangkap.

“Sesuai peradilan anak, proses hukum dua tersangka yang masih anak-anak ini lebih mengedepankan diversi. Bila diversi gagal maka dilanjutkan ke proses lebih lanjut. Terhadap lima tersangka itu diterapkan Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan penjara,” kata Kapolres.

Lebih jauh Kapolres mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan ini memiliki komunitas di media sosial. Komunitas itu terafiliasi dengan komunitas lain dengan inisilai yakni G, E, dan P.

Baca Juga: Pelaku Pencabulan Bocah SMP di Sragen Ternyata Bapak Tiri Korban

Kapolres menegaskan bila ada indikasi pimpinan komunitas itu mengarahkan dan menganjurkan anggota untuk bertindak kekerasan maka polisi akan bertindak tegas.

“Kasus ini menjadi pintu masuk untuk menyelidiki komunitas-komunitas medsos itu. Apakah di dalamnya ada anggota perguruan silat, mungkin saja. Apakah ada yang tidak ikut perguruan silat, ya mungkin saja. Komunitas-komunitas ini akan kami dalami dan akan kami bongkar aktivitasnya,” jelas Kapolres.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Kota Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Kota Klaten.

    Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Gondang Winangun Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Gondang Winangun, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Pedan Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Pedan, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Jatinom Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Jatinom, Klaten.

    Rumah dan Kandang di Tanon Sragen Terbakar, 1 Ekor Sapi Terpanggang

    Rumah dan kandang ternak milik warga Dukuh Dayan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (7/8/2022).

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan untuk Rel Layang, Catat Jadwalnya!

    BTP Jabagteng telah menyiapkan linimasa pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, yang salah satunya berdampak penutupan total simpang tujuh itu selama tiga bulan.

    Pengumuman! Ndarboy Genk Manggung di Stadion Trikoyo Klaten Malam Ini

    Ruas Jl. Pemuda Klaten bakal diberlakukan dua arah, Minggu (7/8/2022) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB.