Pelaku Pencabulan Bocah SMP di Sragen Ternyata Bapak Tiri Korban

Pelaku pencabulan terhadap bocah SMP di Sragen hingga melahirkan terungkap setelah hasil tes DNA keluar. Ayah tiri korban yang ternyata adalah si pelaku akhirnya mengaku sudah 17 kali mencabuli anak tirinya.

 Kapolres AKBP Piter Yanottama dan Wakapolres Sragen Kompol Iskandar membawa barang bukti berupa pakaian tersangka dan handuk korban dalam kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap bocah SMP di wilayah Kecamatan Jenar saat jumpa pers di Mapolres Sragen, Jumat (29/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kapolres AKBP Piter Yanottama dan Wakapolres Sragen Kompol Iskandar membawa barang bukti berupa pakaian tersangka dan handuk korban dalam kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap bocah SMP di wilayah Kecamatan Jenar saat jumpa pers di Mapolres Sragen, Jumat (29/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pelaku kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang bocah perempuan berusia SMP sampai hamil dan melahirkan anak di wilayah Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, akhirnya terungkap. Ternyata pelakunya adalah bapak tiri korban yang tinggal serumah.

Hal ini diketahui setelah hasil tes DNA keluar. Ada empat orang yang dites DNA-nya. Salah satunya ayah tiri korban. Setelah ketahuan, pelaku mengakui sudah menyetubuhi anak tirinya itu lebih dari 17 kali.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Kasus tersebut diungkapkan Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Jumat (29/7/2022) siang. Kapolres menjelaskan tempat kejadian pencabulan itu di rumah korban yang tinggal bersama ibu kandung dan pelaku. Salah satu pencabulan itu terjadi pada Agustus 2021 yang lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Pengungkapkan kasus itu terjadi berdasarkan informasi adanya anak SMP berusia 13 tahun yang hamil dan  melahirkan pada Juni 2022 lalu. Sebelum korban melahirkan, ibu kandung dan bapak tirinya, melapor ke Polres Sragen atas dugaan  pencabulan yang dilakukan paman korban.

“Unit PPA [Pelayanan Perempuan dan Anak] Satreskrim menindaklanjuti dan melakukan tes DNA setelah bayi yang dikandung korban lahir,” ujar Piter.

Baca Juga: Ini Pengakuan Bocah SMP di Sragen soal Sosok Pelaku yang Menghamilinya

Pihak-pihak yang dicurigai diambil sampel darahnya, yakni korban, bayi korban, bapak tiri korban, dan paman korban. Dia melanjutkan beberapa pekan kemudian tes DNA keluar dan dicocokan.

“Unit PPA ini cermat, jeli, dan teliti melihat perkara. Persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu biasanya pelakunya tidak terlalu jauh dengan korban. Setelah tes DNA keluar, didapatilah bahwa DNA bayi itu cocok dengan laki-laki yang tidak lain bapak tiri korban. Padahal sebelumnya bapak tiri korban yang melaporkan paman korban,” jelas Kapolres.

Dia menjelaskan hasil tes DNA ini menjadi bukti yang kemudian membimbing Unit PPA untuk mengumpulkan bukti-bukti lain hingga perkara terang-benderang. Bapak tiri korban akhirnya mengakui perbuatannya dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hasrat Seksual

Piter mengungkapkan hasrat seksual pelaku muncul ketika melihat korban memakai handuk seusai mandi. Tersangka melancarkan bujuk rayu yang diawali dengan mengelus pipi dan kemudian meremas-remas bagian sensitif korban hingga menyetubuhi korban.

Tindakan itu dilakukan tersangka terhadap korban dengan tekanan. “Hasil penyidikan ternyata tersangka ini melakukan perbuatan itu lebih dari 17 kali,” ujar Kapolres.

Baca Juga: Bocah SMP di Sragen yang Lahirkan Bayi Laki-Laki Sebut Nama Pelaku

Atas tindakan yang dilakukan pelaku tersebut, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 Ayat 2 atau Pasal 81 Ayat 3 juncto Pasal 76 D UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres menunjukkan alat bukti handuk, pakaian yang dikenakan tersangka pada Agustus 2021.

Pelaku mengaku menikahi ibu kandung korban pada 2014 lalu. Bapak tiri dan ibu kandung korban ini memiliki enam anak dan yang paling besar ternyata korban yang kini berusia 13 tahun.

Ia mengaku sudah mendapat “jatah” dari istri tetapi masih kurang. “Saat itu istrinya sedang teler karena hamil muda. Saat itulah saya berbuat. Selebihnya berbuatnya di malam hari,” kata tersangka.

Baca Juga: Round Up Kasus Bocah SMP Umur 13 Tahun di Sragen Melahirkan

Saat ditanya kenapa bisa menuduh paman korban, tersangka menjawab tidak tahu karena itu pengakuan korban.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan untuk Rel Layang, Catat Jadwalnya!

    BTP Jabagteng telah menyiapkan linimasa pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, yang salah satunya berdampak penutupan total simpang tujuh itu selama tiga bulan.

    Pengumuman! Ndarboy Genk Manggung di Stadion Trikoyo Klaten Malam Ini

    Ruas Jl. Pemuda Klaten bakal diberlakukan dua arah, Minggu (7/8/2022) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB.

    Ini Tren Make Up yang Digandrungi Kawula Muda di Sragen

    Paguyuban Perias Widuri Sragen menyebut jenis make up yang menjadi tren dan digandrungi kawula muda di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Minim Siswa, SMP Negeri di Jumapolo-Jatipuro Karanganyar bakal Digabung

    Pemkab Karanganyar berencana me-regrouping atau menggabungkan sejumlah SMP negeri di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

    DLH Usulkan CFD Solo Tanpa Pedagang, Menurutmu Bagaimana Lur?

    DLH Solo mengusulkan penyelenggaraan Car Free Day atau CFD di Jl Slamet Riyadi tanpa pedagang, paling tidak satu kali dalam sebulan.

    Menhub dan Gibran Cek Simpang Joglo Solo: Waspadai Titik Macet Baru!

    Menhub Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengecek progres pekerjaan di lokasi proyek rel layang Simpang Joglo.

    2 Ular Masuk Rumah dalam Sepekan, Begini Pesan Damkar Karanganyar

    Petugas pemadam kebakaran atau Damkar Satpol PP Karanganyar di Jawa Tengah mendapatkan dua permintaan mengevakuasi ular dalam satu pekan ini.