Tutup Iklan

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

 Ilustrasi pencabulan.  (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pencabulan. (Istimewa)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Seorang pria di Gunungkidul, AD, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan. Pria berusia 38 tahun itu tega mencabuli anak tirinya yang berusia 16 tahun hingga hamil. Meski demikian, AD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka hingga kini tidak ditahan aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ryan Permana Putra, mengaku penetapan AD sebagai tersangka berawal dari tindak lanjut laporan terkait dugaan pencabulan pada September lalu. Dari hasil penyelidikan, terungkap jika AD adalah pelaku yang menghamili anak tirinya itu.

Meski demikian, Ryan membenarkan jika AD tidak ditahan meski statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya, AD juga kooperatif dalam upaya penyelesaian kasus tersebut.

Baca juga: Warga Gunungkidul Bebas Pilih Vaksin, Ini Jenis yang Paling Diminati

“Untuk yang bersangkutan [AD] sudah kami tetapkan sebagai tersangka sejak beberapa hari lalu. Saat ini belum kami tahan, tapi tersangka kooperatif dalam upaya penyelesaian kasusnya,” ujar Ryan, dikutip dari Detik.com, Kamis (21/10/2021).

Ryan juga menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait modus dan alasan pria di Gunungkidul itu mencabuli anak tiri hingga hamil.

Meski belum ditahan, Ryan juga menyebut AD terancam mendekam di penjara untuk waktu yang tidak sebentar.

“Yang jelas ancamannya lebih dari tujuh tahun,” imbuhnya.

Baca juga: Tolak Damai, Korban Pencabulan Kapolsek Tuntut Hukuman Maksimal

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Fajar Nugroho, mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa menemui korban pencabulan itu.

“Sudah berkoordinasi dengan kalurahan setempat, tapi belum berhasil,” kata Fajar.

Padahal, pihaknya akan memberikan pendampingan untuk menghilangkan traumatis dan memulihkan kondisi kejiwaan korban. Selain itu, pihaknya juga hendak memastikan kondisi bayi yang dikandung korban.

“Hingga sekarang masih melakukan pendekatan agar mau menerima bimbingan konseling yang kami berikan. Selain bimbingan konseling kami juga perlu memastikan bayi yang dikandung dalam kondisi sehat,” imbuhnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sempat Longsor, Perbaikan Talud Juminahan Jogja Selesai

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja meresmikan talud yang berada di Kampung Juminahan, Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan.

Pemkab Kulonprogo Pesimistis Bisa Capai Vaksinasi 10 Persen Tahun Ini

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo sebelut sinkronisasi data warga jadi kendala vaksinasi Covid-19.

Di Tangan Mahasiswa UGM, Belatung Ternyata Bisa Jadi Makanan Kucing

Pakan kucing dari belatung karya empat mahasiswa UGM Yogyakarta ini diberi nama Got Meat. Selain kaya protein, Got Meat juga harganya terjangkau.

Demi Bikin Tarian "Soledo Loano", 3 Kabupaten Ini Harus Kolaborasi

Tarian "Soledo Loano" tercipta hasil kolaborasi Pemkab Magelang, Kulonprogo, dan Purworejo (Gelangprojo). Tarian ini digadang-gadang jadi daya tarik baru wisatawan.

PKL Malioboro Tolak Relokasi, Pemprov DIY: Untuk Kebaikan Pedagang

PKL Malioboro mengaku belum ada sosialisasi terkait rencana relokasi mereka. Sementara Pemprov DIY menuebut relokasi tersebut untuk memberikan kepastian kepada para PKL.

Viral Video Penganiayaan di Jalanan Kota Jogja, Ini Faktanya

Aparat Satreskrim Polresta Kota Jogja mengungkap fakta di balik video tentang penganiayaan atau pengeroyokan di jalanan yang viral.

Paguyuban Kawula Mataram Jogja Deklarasikan Anies Capres 2024

Paguyuban Kawula Mataram Jogja mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI pada 2024.

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar, Ini Ciri-Ciri Pelaku

Kantor Manajemen PSS Sleman dibakar orang tak dikenal saat klub sepak bola itu bertanding di Stadion Manahan Solo.

PSS Sleman Kalah, Kantor Manajemen Dibakar

Kantor Manajemen PSS Sleman atau Omah Sleman dibakar oleh orang tak dikenal saat PSS Sleman melakoni laga kontra Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo.

Diduga Hendak Berbuat Jahat, 15 Remaja Digiring ke Mapolres Kulonprogo

Belasan remaja tanggung diringkus aparat Polres Kulonprogo karena diduga akan berbuat kejahatan jalanan, seperti klitih.

Kampung Flory Sleman Buka Lagi, Punya Wahana Baru yang Asyik Banget

Sejumlah wahana baru disediakan pengelola Kampung Flory Sleman yang bisa bikin pengunjung semakin merasa nyaman.

Kulonprogo Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Ini Dasarnya

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kulonprogo menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya menyusul banyaknya kejadian bencana tanah longsor.

Penyu Ditemukan di Pantai Selatan Kulonprogo, Dicek Tim SAR Sudah Mati

Warga di pesisir pantai selatan Kulonprogo kembali menemukan penyu. Penyu tersebut tak bisa diselamatkan dan dikubur di pinggri pantai.

Gegara Beri Manusia Silver Rp1.000, 3 Warga Sleman Didenda Rp50.000

Tiga warga Sleman itu tertangkap basah oleh Satpol PP DIY memberikan uang kepada manusia silver di simpang tiga jalan raya Solo-Jogja.

OP Minyak Goreng Belum Mampu Tekan Kenaikan Harga

Harga minyak goreng di Kabupaten Sleman saat ini dijual antara Rp19.000-Rp19.500 per liter.