Pelaku Jual Beli Bong Mojo Solo Terancam Penjara-Denda Miliaran Rupiah

Hukuman penjara hingga denda miliran rupiah menanti para pelaku yang terbukti melakukan jual beli lahan kawasan Bong Mojo, Jebres, Solo.

 Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran Forkopimda mengunjungi makam Bong Mojo, Jebres, Solo, Jumat (15/7/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran Forkopimda mengunjungi makam Bong Mojo, Jebres, Solo, Jumat (15/7/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Penyidik Satreskrim Polresta Solo segera menetapkan tersangka kasus jual beli lahan milik Pemkot Solo di Bong Mojo, Jebres. Sudah ada dua nama yang berpotensi menjadi tersangka.

Kepolisian mengagendakan gelar perkara untuk menentukan layak tidaknya dua nama itu menjadi tersangka pada pekan ketiga Agustus. Lalu apa ancaman hukuman bagi para tersangka tersebut nantinya?

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Jumat (12/8/2022), mengatakan tersangka nantinya dijerat Pasal 385 KUHP ayat (1e). Bunyinya:

“barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak menjual, menukar, atau menjadikan tanggungan utang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah pemerintah atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan, tanaman atau bibit ditanah tempat orang menjalankan hak rakyat memakai tanah itu, sedang diketahuinya bahwa orang lain yang berhak atau turut berhak atas barang itu.”

“Ancaman hukumannya penjara maksimal selama empat tahun,” papar Kapolresta. Di sisi lain, berdasarkan penelusuran Solopos.com, perihal jual beli atau penyerobotan lahan milik pemerintah seperti di Bong Mojo Solo juga diatur dalam UU No 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Baca Juga: Ada 2 Calon Tersangka Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo, Siapa Saja?

Di dalamnya diatur secara jelas adanya ancaman pidana maupun perdata yang akan menjerat para pelaku jual beli lahan yang tidak sah atau tanpa sertifikat. Seperti diketahui, warga yang tinggal di kawasan Bong Mojo tidak memiliki sertifikat yang sah.

Sertifikat

Bahkan ada dua pasal yang bisa menjerat pelaku jual beli lahan makam Bong Mojo Solo nantinya. Pertama, penyalahgunaan lahan yang tidak sesuai peruntukan dan jual beli lahan tanpa ada sertifikat.

Dalam Pasal 156 UU yang sama menyebut “Setiap orang yang dengan sengaja membangun perumahan dan/atau permukiman di luar kawasan yang khusus diperuntukkan perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).” 

Baca Juga: Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Sudah 12 Saksi Diperiksa Polisi

Sedangkan bagi pelaku jual beli lahan bisa dijerat dengan pasal 154 yang berbunyi : “Setiap orang yang menjual satuan lingkungan perumahan atau Lisiba yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Pasal Berlapis

Dengan demikian, ada kemungkinan para pelaku jual beli, penyedia lahan, hingga warga yang membeli lahan dijerat dengan dua pasal berlapis. Lahan makam Bong Mojo merupakan aset Pemkot Solo yang peruntukannya namun pemakaman diubah secara sepihak menjadi permukiman.

Diberitakan sebelumnya, Polresta Solo sudah mengantongi dua nama yang berpotensi menjadi tersangka kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

Baca Juga: Situasi Kawasan Bong Mojo Solo Tegang, Warga Takut Tiba-Tiba Digusur

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (12/8/2022), menyebut penyidik akan memeriksa delapan hingga sembilan saksi tambahan pada pekan depan. Sesuai rencana tahap penyidikan, pemeriksaan dilakukan hingga 16 Agustus.

“Insyaallah, minggu [pekan] depan akan ada gelar perkara. Mungkin Jumat atau pekan ketiga Agustus, sudah ada gelar perkara,” katanya. Kapolresta menyebut ada dua orang yang berpotensi menjadi tersangka kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo, Solo.

Namun, hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan dari saksi tambahan dan gelar perkara pada akhir pekan depan. “Sekitar dua orang akan digelar apakah layak menjadi tersangka atau tidak. Kalau sekarang sifatnya masih sebatas saksi karena masih ada saksi tambahan yang akan diperiksa,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kreasso 2022 Berlangsung Offline di Hall Tirtonadi Solo, Panitianya Pelajar SMP

      Ajang Kreatif Anak Sekolah Solo atau Kreasso kembali digelar ada 2022 ini secara offline dengan melibatkan siswa-siswi SMP sebagai panitia.

      2 Pekan Penggalian, Pemkab Boyolali Selamatkan Situs Gumuk Watu Serut

      Pemerintah melakukan penggalian atau ekskavasi selama dua pekan pada Situs Gumuk, Watu Serut, di Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali.

      Catat Lur! Jalan KH Samanhudi Sukoharjo Ditutup 3-30 Oktober 2022

      Jalan KH Samanhudi Sukoharjo ditutup pada 3-30 Oktober 2022 karena adanya pengecoran jalan sepanjang 100 meter dekat trafict light (TL) Simpang Carikan.

      Cuci Celana di Sungai Nguter Sukoharjo, Warga Sragen Tewas Terseret Arus

      Cuci celana di Sungai Nguter, Sukoharjo, warga Kecamatan Masaran, Sragen, tewas terseret arus sejauh 400 meter, Kamis (29/9/2022).

      Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak di Minahasa, Diduga Ada Provokator

      Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono menyebut ada provokator saat kejadian mobil ditumpangi anggota Komisi I Hartanti dirusak warga di Minahasa, Sulawesi Utara.

      Konsisten Dukung Gerakan Indonesia Inklusif, Aqua Klaten Diganjar Penghargaan

      Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama, Pabrik Klaten (Aqua Klaten).

      Lahan Terdampak Proyek Underpass Simpang Joglo Solo, Warga: Kami Butuh Waktu

      Warga yang lahannya terdampak proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, berharap diberi waktu untuk bersiap pindah sebelum lahan dibebaskan.

      Ketika Pimpinan PKI Gelar Pertemuan Kilat di Prambanan Klaten

      Peristiwa G30S sampai sekarang masih membekas di benak masyarakat Indonesia.

      Dulu sampai Sekarang, Sekaten Ajang Warga Cari Hiburan

      Tradisi Sekaten di Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu cara dakwah agama Islam juga sarana hiburan masyarakat dari dulu hingga sekarang.

      Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe di Pasar Boyolali Kian Mengecil

      Kenaikan harga kedelai sebagai imbas kenaikan harga BBM berdampak pada menurunnya penjualan tahu dan tempe di Pasar Boyolali.

      Kunjungan Wisatawan di Klaten Mulai Meningkat, Sudah Capai 15.000 Orang/Bulan

      Destinasi wisata di Klaten disebut-sebut mulai bangkit setelah dua tahun terpukul gara-gara pandemi Covid-19.

      Sakjose Mazzeh! Petani Milenial Klaten Kembangkan Aplikasi Sirojo & Sitampan

      Komunitas Petani Muda Klaten (KPMK) mengembangkan dua aplikasi sekaligus.

      Korban Ledakan Aspol Sukoharjo Luka Bakar 70%, Pemeriksaan Tunggu Pemulihan

      Polres Sukoharjo menunggu proses pemulihan korban ledakan di asrama polisi (aspol) Sukoharjo yang saat ini masih dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Moewardi Solo (RSDM) karena mengalami luka bakar hingga 70%.

      Gawat! Sungai Bagor-Sungai Ujung di Klaten Ternyata dalam Kondisi Kritis

      Kondisi alur Sungai Bagor-Sungai Ujung dari hulu hingga hilir dalam kondisi kritis.

      Cerita Keluarga di Solo Hidup dari Jualan Rica-Rica Gukguk selama 4 Generasi

      Pedagang kuliner anjing atau rica-rica gukguk di Solo kebanyakan sudah berjualan turun-temurun mewarisi dari kakek dan ayah.