Pelaku Begal di Semarang Ditangkap, Salah Satunya Perempuan

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang mengungkap kasus perampasan atau begal mobil Toyota Fortuner oleh empat orang.

 Dua tersangka perampasan mobil Toyota Fortuner saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (22/7/2021). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

SOLOPOS.COM - Dua tersangka perampasan mobil Toyota Fortuner saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (22/7/2021). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG – Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang mengungkap kasus perampasan atau begal mobil Toyota Fortuner yang korbannya disekap dan dibuang di hutan.

Aksi begal ini sempat menyita perhatian publik dan viral di jejaring media sosial. Hal itu dikarenakan pelaku mengikat tubuh korban dan membuangnya di kawasan hutan Sigar Bencah, Tembalang, Selasa (29/6/2021) malam. Korban berhasil menyelamatkan diri dan ditolong warga, kemudian melapor ke polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana, menyebut ada dua pelaku begal yang berhasil ditangkap atas kasus ini. Salah satunya adalah perempuan bernama Siti Kholifah alias Ganis, 25, warga Lamper Tengah RT 001/RW 003, Kecamatan Semarang Selatan.

Baca juga: Ngeri! Dua Pemuda di Kulonprogo Jadi Korban Klithih

Sedangkan satu tersangka begal di Semarang lainnya yang diringkus adalah Agus Sentosa, 30, warga Brangsong Utara RT 015/RW 005, Kecamatan Brangsong, Kendal.

“Pelaku ada empat orang. Dua orang masih dalam pencarian dan ditetapkan sebagai DPO [daftar pencarian orang],” ujar Indra saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Kamis (22/7/2021).

Indra mengatakan aksi perampasan atau begal di Semarang ini bermula saat tersangka Ganis mengajak dua korban, Ginza Ghibran 25, dan Aldo Brilianta, warga Bandung untuk bertemu di sebuah home stay di Jalan Palebon Raya No.98, Pedurungan.

Baca juga: PPKM Darurat, Pemkot Semarang Klaim Sudah Salurkan BST 96 Paket Sembako

Siasat Pelaku Begal di Semarang

Pelaku mengajak korban bertemu untuk membicarakan investasi bisnis senilai Rp1 miliar. Korban yang tidak menaruh curiga pun menemui pelaku dengan mengendarai mobil Toyota Fortuner berpelat nomor H-444-LDO.

Namun, setelah berbincang selama 15 menit, tersangka Ganis keluar dari ruangan. Selang beberapa menit, dua pria masuk ke dalam ruangan sambil membawa linggis dan mengancam korban.

“Korban kemudian diikat dan matanya ditutup. Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibuang di hutan Sigar Bencah, Tembalang,” ungkap Indra.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Selebgram Magelang Ini Malah Tiduran di Jalan

Seusai menjalankan aksinya, empat pelaku begal di Semarang ini kabur ke wilayah Madiun. Namun, pelarian pelaku tak berlangsung lama. Pada Rabu (30/6/2021) sore, sekitar pukul 15.30 WIB, polisi menangkap dua pelaku di depan Terminal Madiun. Sedangkan mobil hasil rampasan ditinggalkan di daerah Demak.

Indra menambahkan dalam pemeriksaan, pelaku mengaku tidak berniat merampas mobil korban. Mereka hanya tertarik dengan harta dan barang yang dibawa korban seperti handphone dan uang.

“Pelaku perampasan atau begal di Semarang ini kebingungan mobilnya mau dibawa kemana. Akhirnya, ditaruh di pinggir jalan di Kabupaten Demak dan pelat nomornya dibuang di area persawahan,” jelas Indra.

Akibat perbuatan itu, pelaku pun dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

 

 


Berita Terkait

Espos Premium

Peringati Sumpah Pemuda dengan Gerakan Menjaga Iklim

Peringati Sumpah Pemuda dengan Gerakan Menjaga Iklim

Gerakan jaga iklim dari rumah adalah menambah ilmu seputar menjaga iklim melalui berbagai diskusi virtual, melakukan aksi hemat pemakaian energi listrik dan air, dan tidak membuang makanan.

Berita Terkini

Pengurus Baru IPHI Sidorejo Salatiga Dilantik, Ini Ketuanya

Setelah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, pengurus baru IPHI Sidorejo, Kota Salatiga, dilantik.

Beredar Video Tol Batang-Semarang Akan Ditutup Total, Ini Faktanya

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memberikan klarifikasi terkait beredar video yang menyebutkan Tol Batang-Semarang akan ditutup pada 25 Oktober hingga 4 November.

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.