Ilustrasi (freemagz.com)

Solopos.com, SOLO -- Gerakan Indonesia Menabung terus digiatkan di tahun ini. Di Soloraya, gerakan tersebut fokus menyasar para siswa SMP sederajat.

Koordinator Gerakan Indonesia Menabung Soloraya yang juga Kepala Cabang BTN Solo, Deddy Armanto, mengatakan sejauh ini Gerakan Indonesia Menabung masih berjalan baik. Hanya mengenai data realisasinya belum dapat terbaca.

"Dalam waktu dekat kami akan melakukan pertemuan untuk memastikan datanya," kata dia kepada solopos.com, Selasa (14/1/2020).

Terkait target 100%, menurutnya masih butuh waktu untuk merealisasikannya. Sebab hal itu juga menyangkut perjanjian kerja sama yang dilakukan perbankan dengan pihak sekolah.

"Tapi yang jelas saat ini kami bergerak bersama. Setiap daerah ada bank yang bergerak. Ini merupakan program untuk membiasakan menabung sejak dini," kata dia.

Mengenai sasaran Gerakan Indonesia Menabung, tahun ini pihaknya masih menyasar pada siswa SMP sederajat. Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta di Soloraya ke depan diharapkan semua siswanya memiliki rekening tabungan.

Sementara itu Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto, mengatakan Jawa Tengah menjadi pilot project untuk Gerakan Indonesia Menabung.

"Arahan dari gubernur, seluruh siswa SMP harus memiliki rekening bank, ini sifatnya untuk pembelajaran. Agar para siswa bisa menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung," terang dia saat ditemui solopos.com di kantornya, Selasa.

Diakui Eko, untuk mencapai target 100%, perlu waktu tidak sebentar.

"Harus ada perjanjian antara bank dan sekolah. Itu perlu waktu. Meskipun sudah dibagi setiap sekolah akan ada bank yang mengkover, namun jumlah SDM yang terbatas, sehingga harus bertahap," kata dia. Dia juga mengatakan dalam waktu dekat ini akan dilakukan update data dari para koordinator di lapangan.

Perahu Wisata Kali Pepe Solo Meluncur, Rudy-Purnomo Jadi Penumpang Pertama

Program Indonesia Menabung di wilayah Soloraya telah diresmikan 19 Oktober 2019. Sasaran prioritas dari program tersebut adalah para siswa SMP sederajat di Soloraya. Sebelumnya ditargetkan pada Desember 2019, seluruh siswa SMP sederajat di Soloraya telah memiliki tabungan di perbankan.

Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 800 sekolah SMP maupun MTs, dengan potensi jumlah siswa sekitar 350.000 siswa. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibuat antara OJK dan Gubernur Jawa Tengah. Gerakan Indonesia Menabung dengan sasaran pelajar SMP sederajat tersebut menggunakan produk Simpanan Pelajar (Simpel).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten