Pelajar SMP Asal Ngawi Tertangkap Di Plaza Manahan, Ngaku Jual Burung Merpati Demi Ikut Hitamkan Solo
Beberapa pelajar SMP asal Ngawi, Jawa Timur, yang ditangkap polisi di Plaza Manahan, Solo, Selasa (22/9/2020) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pelajar SMP asal Ngawi, Jawa Timur, ikut ditangkap aparat gabungan Polresta Solo yang tengah patroli untuk antisipasi konvoi massa perguruan silat di Plaza Manahan, Solo, Selasa (22/9/2020) malam.

Mereka datang berombongan naik sepeda motor. Salah satu pelajar tersebut, DM, 15, mengaku ikut ke Solo karena ada ajakan menghitamkan Kota Solo.

"Ke sini diajak teman, untuk menghitamkan Kota Solo," kata DM kepada polisi.

Belasan Orang Ditangkap Di Plaza Manahan Solo, Diduga Anggota Perguruan Silat Yang Memantau Situasi

DM mengaku datang ke Solo bersama teman-temannya naik sepeda motor dengan biaya sendiri. Dia mendapatkan uang untuk membeli bahan bakar dengan menjual burung merpati.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ada enam pelajar SMP asal Ngawi yang datang dalam satu rombongan. Mereka naik sepeda motor, awalnya tanpa memakai atribut perguruan silat.

Mereka lolos dari penyekatan di Sragen dan Solo. Saat ditangkap di belakang Stadion Manahan Solo, mereka memakai baju seragam perguruan silat.

Pascabentrok, Ini Pesan Pengurus Pusat PSHT dan PSHW Tunas Muda Madiun

Polisi kemudian memerintah mereka ke Mapolresta Solo sambil menuntun sepeda motor masing-masing.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah, total polisi menangkap 23 orang yang dicurigai sebagai anggota perguruan silat. Mereka tengah mengawasi situasi di Plaza Manahan dan melaporkannya ke grup Whatsapp.

Setelah diperiksa, beberapa dari mereka memang mengantongi identitas dan kartu anggota perguruan silat. Bahkan ada pula yang memakai atribut seperti kaus dari salah satu perguruan silat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom