Tutup Iklan

Pelajar Pembunuh Begal Terancam Penjara Seumur Hidup, Bagaimana dalam Hukum Islam?

Dua jenis pembunuhan yang diperbolehkan menurut Islam adalah dalam perperangan dan saat menghukum pelaku kejahatan.

Pelajar Pembunuh Begal Terancam Penjara Seumur Hidup, Bagaimana dalam Hukum Islam?

SOLOPOS.COM - ZL dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang. (Detik.com)

Solopos.com, MALANG — ZL, 17, pelajar yang diduga membunuh begal bernama Misnam dengan cara menikam pada 8 September 2019 lalu, terancam hukuman seumur hidup. Padahal, ZL terpaksa melakukan hal tersebut lantaran Misnan hendak memperkosa kekasihnya dan mencuri sepeda motor miliknya.

Meski ZL tak ditahan lantaran masih berstatus pelajar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa ZA dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. ZL diancam dengan hukuman maksimal (hukuman mati) atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Penasihat hukum ZL, Bhakti Riza Hidayat, menilai pasal yang diberikan kepada ZL dinilai kurang tepat. Sebab, warga Gondanglegi, Kabupaten Malang, itu terpaksa menikam begal demi membela diri.

Baca Juga: PT RUM Sukoharjo Tanggung Biaya Pengobatan Warga Terdampak Limbah

Meski berstatus pelajar, ZL juga diketahui sudah berkeluarga dan dikaruniai satu anak. “Yang kita sayangkan adalah dakwaan berisi pasal berlapis. Ada dakwaan primer yang harus dibuktikan JPU yaitu Pasal 340 KUHP terkait Pasal Pembunuhan Berencana,” kata salah satu penasihat hukum ZL Bhakti Riza Hidayat kepada Detik.com, Jumat (17/1/2020).

Kasus yang menjerat ZL ini mendapat sorotan dari netizen di media sosial. Netizen pengguna akun Rusdy Maulana yang berkomentar di grup Facebook INFO WONG SOLO mengaitkan kasus ini dengan hukum Islam.

Baca Juga: Bertemu Pembalap Asli Purworejo, Gubernur Ganjar: Dia Bukan Anggota Kerajaan

Jika membunuh untuk membela diri menurut agama Islam diperbolehkan loh. Jarene negoro [katanya negara] Islam terbesar tapi kok buat hukum ngene iki piye jal [buat hukum begini, bagaimana coba]. Opo pe ra mbyar pengacara [apa karena tidak bisa membayar pengacara]. Trus hukume ngene iki..Pantas saja banyak bencana di negeri ini,” tulisnya.

Lalu, bagaimana kasus seperti ini dalam perspektif syariah atau hukum Islam?

Dalam sebuah artikel opini berjudul Hukum Membunuh dalam Islam yang terbit di situs resmi Nahdlatul Ulama, nu.or.id, Rabu (20/1/2016), dijelaskan bahwa ada dua jenis pembunuhan yang diperbolehkan (berdasarkan Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 190), yakni ketika perperangan dan saat menghukum.

Baca Juga: Hotel Berbintang di Solo Geber Diskon hingga 60% Selama SGS 2020

Perperangan yang dimaksud perperangan terjadi untuk mempertahankan agama, negara, dan harga diri. Namun, perang bisa dilakukan ketika sudah tidak ada cara lain yang bisa ditempuh. Opini yang ditulis oleh Hengki Ferdiansyah tersebut menyimpulkan pembunuhan diperbolehkan ketika kedua belah pihak telah sepakat untuk berperang. Namun jika salah satu pihak sudah mengalah, pihak lawan dilarang untuk menyerang.

Kemudian, pembunuhan boleh dilakukan ketika menghukum pelaku kejahatan atau biasa dikenal dengan hukuman mati. Perlu dicatat, hukuman mati bisa dilakukan dengan syarat pelaku telah membunuh orang lain, melakukan pemberontakan, atau melakukan tindakan kriminal yang menganggu kenyamanan hidup masyarakat.

Hukum yang dikenal dengan istilah qishash ini bisa saja dibatalkan jika pelaku mendapatkan ampunan dan maaf dari keluarga korban.

Berita Terkait

Berita Terkini

1 Lagi Pasien Covid-19 Dari Klaster Masjid Paulan Karanganyar Meninggal

Jumlah kasus positif Covid-19 yang meninggal dari klaster masjid di Paulan, Colomadu, Karanganyar, bertambah satu orang.

Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

37 Adegan Ungkap Fakta-Fakta Pembunuhan Wanita di Waduk Kembangan Sragen

Tersangka pembunuhan wanita di Waduk Kembangan, Karangmalang, Sragen, memeragakan 37 adegan pada rekonstruksi yang digelar Polres.

Rumah Sakit Kritis di Tengah Kasus Aktif Tertinggi

Sejumlah rumah sakit di Klaten akan menambah tempat tidur menyusul kondisinya yang mulai kritis, Kasus aktif Covid saat ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi.

Varian Delta Disebut Lebih Cepat Menular, Ini Penjelasannya

Varian delta disebut menimbulkan gejala sakit kepala, tenggorokan dan pilek hingga flu berat.

Pengusaha Wonogiri Siap Berkolaborasi Atasi Kemiskinan

Para pengusaha di Kabupaten Wonogiri siap berkolaborasi mengatasi kemiskinan sesuai bidang usaha masing-masing.

Bekas Lahan Perusahaan Serat Terbesar Wonogiri Kini Ditanami Palawija

Saat ini, sudah tidak ada lagi warga Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, yang memproduksi serat. Padahal, dulu ada perusahaan serat terbesar di situ.

Pemkab Sukoharjo Buka 827 Lowongan CPNS dan PPPK 2021

Sebanyak 827 formasi CPNS dan PPPK akan dibuka Pemkab Sukoharjo dalam rekrutmen pegawai pada 2021.

Perlukah Memberikan Suplemen untuk Anak? Ini Penjelasannya

Tak sedikit orang tua merasa bimbang perlukah memberikan suplemen untuk anak demi pemenuhan nutrisi mereka.

Buah Kesemek Khas Selo Boyolali, Direndam 6 Hari Baru Bisa Dikonsumsi

Petani Selo Boyolali mulai memanen buah kesemek yang merupakan buah khas setempat. Buah tersebut oleh masyarakat setempat kerap disebut dengan kledung.

Angka Positif Covid-19 Naik, Pemkot Madiun Batasi PKL Berjualan Sampai Pukul 21.00 WIB

Wali Kota Madiun kembali membatasi aktivtas masyarakat, termasuk warung dan kafe, agar beroperasi tak lebih dari pukul 21.00 WIB. Hal ini terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Madiun.

TMMD Kabupaten Magelang Bantu Warga di Kaliangkrik

Program TMMD Sengkuyung  ini merupakan agenda rutin yang melibatkan TNI, pemkab serta masyarakat sebagai upaya untuk membangun infrastruktur serta SDM.