Tutup Iklan

Pelajar di Indonesia Rentan Terpapar Radikalisme, Begini Langkah Penanganannya

Pada akhir 2017 lalu, Mata Air Foundation dan Alvara Research Center merilis hasil survei yang mengungkap temuan satu dari empat peserta didik di Indonesia terpapar radikalisme

Pelajar di Indonesia Rentan Terpapar Radikalisme, Begini Langkah Penanganannya

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kampanye setop perundungan. (wblk.com)

Solopos.com, SOLO—Pada akhir 2017 lalu, Mata Air Foundation dan Alvara Research Center merilis hasil survei yang mengungkap temuan satu dari empat peserta didik di Indonesia terpapar radikalisme. Survei tersebut melibatkan 4.200 siswa dan mahasiswa di Jawa dan sejumlah kota besar di luar Jawa. Survei ini adalah bagian dari rangkaian survei pandangan agama di masyarakat, yang sebelumnya juga mendata para profesional.

Ketua Komunitas Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, mengatakan ada empat tahapan seorang pelajar bisa dikatakan radikal. Pertama, observer (pengamat), kedua supporter (pendukung), kemudian yang ketiga messenger (penyampai pesan), dan keempat activist (aktivis). Seluruh tahapan itu bisa dicegah apabila tidak ada waktu dan ruang bagi pelajar untuk melakoni tahapan pertama yakni mengamati.

“Sosial media menjadi ruang yang sangat luas untuk menyebarkan radikalisme. Kalau sudah mengamati, mereka bisa jadi pendukung karena menyukai radikalisme. Lalu saat ego-nya diperbesar, ia bisa beranjak menjadi messenger, meneruskan pesan radikalisme ke orang lain yang ujungnya menjadi radikalis (aktivis radikalisme),” kata dia saat ditemui wartawan di Bale Tawangarum, Kompleks Balai Kota Solo, Selasa (29/1/2019).

Solo Bersimfoni, sambung Farid, melakukan fungsi sebagai preventing violent extremism (PVE), yang berupaya mencegah para pelajar terpapar paham radikalisme. Mereka yang rentan, jamaknya adalah korban bullying atau perisakan, pelaku phubbing (sibuk dengan gawai hingga mengabaikan orang sekitar) dan korban persekusi.

“Kami mencegah paparan intoleransi dan radikalisme lewat hasta perilaku, perilaku kesalehan sosial khususnya toleransi dan perilaku anti kekerasan. Perilaku ini erat dengan nilai kehidupan yang harmonis, pendekatan budaya adiluhung Jawa Solo, yang sejak dulu ada,” ucapnya. Farid mengatakan untuk melawan paham radikalisme yang merebak, Solo Bersimfoni mengajak sejumlah sekolah di Kota Bengawan untuk membuat film pendek bertema hasta perilaku. Video itu akan disebar ke media sosial agar pelajar bisa menerima pesannya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah wilayah VII, Edy Pudyanto, berharap delapan hasta perilaku terpilih yakni tepa slira (tenggang rasa), lembah manah (rendah hati), andhap ashor (berbudi luhur), grapyak semanak (ramah tamah), gotong royong, guyub rukun (kerukunan), ewuh pekewuh (saling menghormati), dan pangerten (saling menghargai) dapat disisipkan pada muatan lokal di Kota Bengawan. “Pendekatan khusus yang sangat baik untuk mereduksi perilaku negatif yang menjadi benih-benih sikap intoleran, radikal dan teror,” kata dia, saat memberikan sambutan dalam Diseminasi Film Kesalehan Sosial SMA/SMK, Selasa.

Berita Terkait

Berita Terkini

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Swab PCR, Hasilnya?

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.