Jenazah korban tenggelam dikelilingi warga serta tim kepolisian dan tim medis di rumah duka, Kampung Teguhjajar, RT 008/RW 002, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Rabu (10/7/2019). (Istimewa/Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pelajar berkebutuhan khusus, Arasi Isrok Malika, 17, asal Kampung Teguhjajar, RT 008/RW 002, Kelurahan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, ditemukan https://soloraya.solopos.com/read/20180723/491/929665/bocah-sd-sragen-tenggelam-saat-mandi-di-saluran-colo-timur" title="Bocah SD Sragen Tenggelam Saat Mandi di Saluran Colo Timur">mengapung tak bernyawa di Dam Colo Timur tak jauh dari rumahnya, Rabu (10/7/2019) siang.

Tidak diketahui penyebab tenggelamnya Arasi di sungai itu. Kasubbag Humas Polres https://soloraya.solopos.com/read/20180721/491/929306/jasad-wanita-mengapung-di-bengawan-solo-sragen-ini-identitasnya" title="Jasad Wanita Mengapung di Bengawan Solo Sragen, Ini Identitasnya">Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan, Rabu malam, menyampaikan sebelum kejadian, ayah Arasi, Indro Susanto, 59, keluar rumah untuk membeli makanan.

Saat itu Arasi bersama ibunya, Sri Rahayu, 54, di dalam rumah. Setelah beberapa menit Indro pulang dan tidak mendapati anaknya bersama istrinya.

“Indro meminta Sri mencari anaknya. Sri mencari anaknya di sekitar rumahnya. Tiba-tiba Sri berteriak meminta tolong karena mendapati anak perempuannya itu sudah https://soloraya.solopos.com/read/20180715/491/927985/remaja-penderita-epilepsi-tenggelam-saat-mancing-wko-sragen" title="Remaja Penderita Epilepsi Tenggelam saat Mancing WKO Sragen">mengapung di aliran Colo Timur sekitar 300 meter arah barat dari rumahnya. Warga yang mendengar datang dan mengevakuasi korban bersama orang tua korban ke rumah,” ujarnya.

Agus mengatakan kejadian itu dilaporkan ke Polsek Karangmalang. Polsek berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sragen datang ke lokasi untuk mengidentifikasi jenazah korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan luar, polisi dan tim medis tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Kemudian jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” ujarnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten