Petugas bersama warga menunjukkan lokasi Farid Kurniawan, 39, terjatuh setelah tersetrum listrik di ruko milik Subarjo di Batu Lor RT 001/RW 019, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Rabu (8/5/2019) pagi. (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Farid Kurniawan, 39, warga Batu Lor RT 002/RW 019, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, meninggal dunia akibat https://soloraya.solopos.com/read/20180105/495/882416/bocah-9-tahun-di-wonogiri-meninggal-karena-kesetrum-saat-ambil-makanan-di-dapur" title="Bocah 9 Tahun di Wonogiri Meninggal karena Kesetrum saat Ambil Makanan Di Dapur">tersetrum saat memperbaiki instalasi listrik di rumah toko (ruko) tak jauh dari rumahnya, Rabu (8/5/2019) pukul 08.40 WIB.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, kepada Solopos.com, Rabu, menyampaikan Farid meninggal dunia dalam perjalanan menuju klinik kesehatan di wilayaFarid Kurniawan, 39, warga Batu Lor RT 002/RW 019, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, meninggal dunia akibat tersetrum saat memperbaiki instalasi listrik di rumah toko (ruko) tak jauh dari rumahnya, Rabu (8/5/2019) pukul 08.40 WIB.h setempat.

Saat itu Farid dimintai tolong Subarjo untuk memperbaiki instalasi listrik di ruko miliknya di Batu Lor RT 001/RW 019, karena lampu penerangan jalan di ruko padam sejak beberapa hari. Farid menyanggupinya.

Namun, saat mengerjakan pekerjaan, diduga https://soloraya.solopos.com/read/20190131/495/968912/penjaga-kantor-notaris-ngadirojo-wonogiri-tewas-kesetrum" title="Penjaga Kantor Notaris Ngadirojo Wonogiri Tewas Kesetrum">listrik di ruko itu belum dimatikan. Suatu ketika Farid memotong kabel, tetapi saat itu dia tak tersetrum karena saat memotong kabel dia menggunakan tang antisetrum.

Namun nahas, kabel yang telah terpotong tersebut menempel galvalum atau atap berbahan alumunium. Pada saat yang sama tubuh Farid menyentuh galvalum. Seketika Farid tersetrum dan langsung terjatuh dari ketinggian lebih kurang 2,5 meter.

Dua orang warga yang melihat kejadian itu, Agus Setiawan dan Alexander Vandame, memberi pertolongan pertama. Lantaran tak berhasil membuat Farid sadar, mereka membawanya ke Klinik Soermarmo Husada, Baturetno.

“Namun, dalam perjalanan korbanhttps://soloraya.solopos.com/read/20190420/495/986706/tragis-bocah-wonogiri-meninggal-tersetrum-besi-ground-listrik-" title="Tragis, Bocah Wonogiri Meninggal Tersetrum Besi Ground Listrik"> meninggal dunia. Keluarga menerima kematian korban. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi siapa saja yang bekerja berhubungan dengan listrik. Kalau bekerja harus ekstra hati-hati,” kata Iwan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten