Pekan Syawalan di Jepara Ditiadakan, Tempat Wisata Diawasi Ketat
Prosesi pelarungan kepala kerbau dalam Pesta Lomban di Jepara tahun lalu. (murianews.com-Budi Erje)

Solopos.com, JEPARA — Kegiatan Pekan Syawalan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dipastikan tidak akan digelar bakda Lebaran 2020 kali ini. Pemerintah Kabupaten Jepara masih akan menutup seluruh lokasi pariwisata yang ada di wilayah itu.

Langkah peniadaan agenda wisata syawalan di Jepara itu merupakan bagian dari upaya membatasi penyebaran Covid 19 di wilayah Jepara. Untuk itulah Pemkab Jepara bakal mengetatkan pengawasan untuk pergerakan warga di hari ketujuh bulan Syawal.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Zamroni Liztiaza, menyatakan semua objek pariwisata di Jepara masih ditutup. Penutupan dilakukan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menularkan virus corona jenis baru pemicu Covid 19.

Di Temanggung, Ayah Tega Bakar Anak Sendiri...

Selain itu, pengawasan juga dilakukan secara penuh terhadap objek-objek wisata yang ada. Sedangkan untuk ritual Larungan Kepala Kerbau di Ujung Batu, Zamroni Liztiaza menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan pemerintah desa.

“Kalau tradisi Larungan Kepala Kerbau yang sudah dilakukan turun temurun, menurut keyakinan para nelayan tidak boleh ditinggalkan. Karena itu pelaksanaannya kami serahkan ke warga masyarakat dan Pemerintah Desa Ujung Batu. Pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan, tentu saja,” ujar Zamroni Liztiaza, Selasa (26/5/2020).

HSNI Jepara

Sedangkan Ketua Himpunan Serikat Nelayan Indonesia (HSNI) Jepara, Sudiyatno menyatakan akan segera melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat Ujung Batu dan Lurah Desa Ujung Batu. Karena memang sudah merupakan tradisi, maka ritual larungan kepala kerbau tetap akan dilaksanakan, namun bentuk kegiatannya akan dilakukan dengan sangat sederhana.

Ini Catatan Sejarah Kantor Denhubrem 073 Salatiga

“Kami sebenarnya sudah membicarakan hal ini, dan selanjutnya akan melakukan musyawarah lagi untuk membahas tehnis pelaksanaanya agar aman dan tetap memenuhi syarat keamanan kesehatan yang diwajibkan,” ujar Sudiyatno.

Sementara itu, Lurah Ujung Batu, Anjar Jambore Widodo, menyatakan masih akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan warga. Tokoh masyarakat Ujung Batu menurutnya sudah menyampaikan akan menggelar kegiatan Larungan Kepala Kerbau ini.

“Namun seperti yang sudah disampaikan oleh Pemkab Jepara, pelaksanaannya harus dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan. Bahkan untuk tradisi ziarah ke Makam Mbah Ronggo ketentuannya hanya boleh diikuti tujuh orang saja. Informasinya, daging kerbau akan dibagi untuk masyarakat di 16 RT yang ada,” tutur Anjar JW.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Murianews


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho