Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G. (ReutersSergio Perez)

Solopos.com, SEOUL - Korea Selatan akan meluncurkan jaringan seluler 5G pertama di dunia yang dioperasikan secara penuh pada Jumat (5/4/2019).

Langkah itu merupakan sebuah lompatan transformasional yang memiliki kekuatan super untuk mengendalikan sebuah inovasi yang berpotensi mengubah kehidupan sehari-hari dari miliaran orang.

Komunikasi supercepat yang diandalkan oleh teknologi nirkabel generasi kelima tersebut pada akhirnya akan mendukung banyak aktifitas. Sistem itu tidak saja membantu teknologi seperti pemanggang roti hingga telepon, tetapi jua mulai dari mobil listrik hingga jaringan listrik.

Meski telah memenangkan perlombaan untuk menjadi yang pertama dalam memberikan pengalaman teknlogi G5 bagi pengguna, namun apa yang dilakukan Korea Selatan itu baru menjadi satu bagian dari pertempuran yang lebih luas yang telah menghadapkan Amerika Serikat melawan China bersama perusahaan raksasa Huawei.

Korea Selatan dengan teknologi hiper-kabel telah lama memiliki reputasi dalam hal keahlian teknis, dan Seoul telah menjadikan peluncuran 5G sebagai prioritas, karena berupaya merangsang pertumbuhan ekonomi yang mulai melemah.

Sistem itu sistem akan menghadirkan konektivitas instan yang 20 kali lebih cepat dari 4G yang ada. Sistem itu juga  memungkinkan pengguna mengunduh seluruh film dalam waktu kurang dari satu detik.

Dengan cara yang sama seperti 3G, tenologi 5G memungkinkan akses web seluler yang lebih luas sebagaimana teknologi 4G dengan mengandalkan tingkat konektivitas baru yang lebih cepat.

Teknologi itu juga bermamfaat juga untuk pengembangan perangkat di masa depan mulai dari kendaraan self-driving yang salaing mengirim data lalu lintas satu sama lain secara real time. Begitu juga dengan robot industri, drone, dan elemen lain dari hal yang berkaitan dengan dunia internet.

Teknologi 5G diperkirakan akan menghasilkan sekitar US$565 miliar dari sisi manfaat ekonomi global pada tahun 2034, menurut Sistem Global untuk Komunikasi Seluler yang berbasis di London sebagamana dikutip ChannelNwsAsia.com, Rabu (3/4/2019).

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten