Pejabat Pemkot Solo Dikritik Karena Jadi Kontak Pasien Covid-19 Tapi Tidak Karantina Mandiri
Ilustrasi Covid-19 (Detik.com)

Solopos.com, SOLO -- Legislator DPRD Kota Solo mengkritik sejumlah pejabat Pemkot yang masih beraktivitas dan abai melakoni karantina mandiri padahal berstatus kontak erat kasus Covid-19.

Mereka tidak karantina mandiri meski hasil uji swab dengan metode RT-PCR belum keluar. Para pejabat Pemkot itu menjadi kontak dekat Wakil Wali Kota, Achmad Purnomo, yang sempat positif terinfeksi virus SARS CoV-2.

Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menyebut tindakan para pejabat itu bukanlah contoh yang baik bagi masyarakat. Sebagai tokoh, interaksi dengan banyak orang membuat rantai persebaran virus tak kunjung putus.

Purnomo-Anung Bantah Tawarkan Rp1 Miliar Ke PSI Agar Diusung Di Pilkada Solo 2020

“Tokoh publik berpotensi ketemu banyak orang lain dalam berbagai kegiatan, artinya peluang menjadi pembawa meski asimtomatik itu memungkinkan, bisa makin luas,” kata dia kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Seharusnya, kata Sugeng, sebagai tokoh publik, para pejabat Pemkot Solo yang menjadi kontak erat pasien positif Covid-19 bisa mengerem diri untuk tidak bertemu orang sampai hasil uji swab keluar.

Pertemuan bisa tetap dilakukan via daring sementara mereka karantina di rumah masing-masing Sugeng menyebut hasil uji swab jamaknya keluar tak terlalu lama, maksimal dua pekan setelah pengambilan spesimen.

2 Kecamatan di Solo Ini Nihil Kematian Akibat Covid-19, Mana Saja?

Publik akan memahami jika seorang pejabat berhalangan hadir pada suatu acara karena pejabat itu tengah karantina mandiri. Sebagai informasi, sejumlah pejabat Pemkot masih beraktivitas normal meski telah melakukan kontak dengan Wawali pada akhir Juli lalu.

Di antara mereka ada Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani, serta beberapa kepala dinas termasuk Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo Etty Retnowati.

34 Kontak Erat

Belakangan diketahui pejabat Pemkot Solo di Dinas Pendidikan itu positif Covid-19 dan telah melakukan kontak dengan sedikitnya 34 orang. Sedangkan hasil uji swab Wali Kota dan Sekda negatif.

Pria Lansia Asal Banyuanyar Jadi Orang Ke-10 Yang Meninggal Akibat Covid-19 di Solo

“Seharusnya pejabat itu lebih tertib dan menjadi contoh yang baik agar risiko persebaran bisa ditekan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Di sisi lain, Sugeng meminta sosialisasi aturan karantina mandiri disampaikan lebih jelas. Utamanya kepada warga yang menjadi kontak kasus konfirmasi.

Polwan Cantik Sukoharjo Rela Jadi Bakul Jamu Gendong Demi Sosialisasi Bahaya Corona

Dia yang juga sempat berkontak dengan Wawali mengaku tidak mendapatkan pengarahan cukup seusai pengambilan spesimen untuk uji swab, beberapa waktu lalu.

“Tidak ada pengarahan untuk karantina, atau mungkin dianggap sudah tahu. Tapi, menurut saya tetap harus ada penekanan setelah swab itu harus karantina,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom