Sekjen PBB, Antonio Guterres. (Reuters)

Solopos.com, JENEWA – Gaji pegawai PBB bulan depan terancam tidak dibayarkan. Pasalnya, saat ini PBB tengah menghadapi krisis keuangan yang cukup parah. Sekjen PBB, Antonio Guterres, pun meminta negara anggota melunasi iuran rutin guna mengatasi krisis keuangan tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, PBB mengalami defisit finansial mencapai US$230 juta atau setara dengan Rp3,2 triliun. Dana yang tersedia di lembaga yang beranggotakan 192 negara ini dipastikan habis pada akhir Oktober 2019.

Dikutip dari Reuters, Kamis (10/10/2019), pada Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (8/10/2019), Antonio Guterres membahas usulan anggaran 2020 dan mengatakan organisasi tersebut mengalami defisit terburuk dalam satu dekade. Dia juga mengingatkan kemungkinan PBB tidak punya uang tunai untuk menggaji para pegawai pada November 2019.

PBB yang hendak berulang tahun ke-75 menghadapi banyak tantangan. Jajaran pemimpin PBB harus bergulat dengan perubahan tatanan dunia dan krisis pendanaan. Sejak Januari 2019 lalu, Antonio Guterres telah melakukan berbagai upaya untuk menekan pengeluaran. Tanpa upaya tersebut, PBB mungkin tidak bisa menggelar Sidang Majelis Umum pada September 2019.

Antonio Guterres mengimbau negara anggota PBB berkomitmen membayar iuran wajib dengan penuh dan tepat waktu. Pada akhir September 2019, PBB hanya punya dana sekitar 70 persen dari kebutuhan. Jika terus berlanjut, bukan tidak mungkin PBB kesulitan membayar gaji pegawai dan membeli berbagai kebutuhan pada November 2019.

Krisis keuangan di tubuh PBB salah satunya disebabkan tekanan dari Amerika Serikat. Selama ini, Amerika Serikat merupakan penyumbang terbesar untuk PBB. Tapi, kini Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump memangkas dana operasional PBB.

Amerika Serikat telah mengurangi komitmen intersional, termasuk mempertimbangkan kembali sejumlah perjanjian. Salah satu di antaranya menarik diri dari kesepakatan pengendalian senjata nuklir jarak menengah dengan Rusia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten