Bupati Sragen, Untung Yuni Sukawati, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengidap AIDS di Sragen, Selasa (21/1/2020). (Semarangpos.com-Pengadaian Semarang)

Solopos.com, SRAGEN – Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang memberikan bantuan uang Rp41.933.700 kepada seorang warga Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen yang teridentifikasi mengidap AIDS.

Bantuan itu diberikan untuk memperbaiki rumahnya yang masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan itu merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) Pengadaian. Bantuan diserahkan secara simbolis, Selasa (21/1/2020), disaksikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukawati; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen, Hargiyanto; Ketua PMI Sragen, Hargiyanto Ismail Sutresno, dan para tokoh masyarakat setempat.

Kepala Pegadaian Kanwil XI Semarang, Mulyono, bantuan tersebut merupakan tanggung jawab sosial perusahaannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, pengidap AIDS itu dinilai layak mendapat bantuan untuk memperbaiki rumah.

“Pegadaian itu kan salah satu BUMN. Jadi kami tidak hanya memikirkan sisi bisnis saja. Sebelumnya, kami juga menyalurkan bantuan kepada warga korban terdampak banjir dan kali ini kami berikan ke salah satu warga pengidap AIDS yang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan,” ujar Mulyono dalam keterangan resmi.

Mulyono mengaku awalnya mendapat informasi dari media online terkait adanya seorang warga Sragen yang mengidap AIDS dan dikucilkan lingkungan sekitar. Ditambah lagi, kondisi rumah warga tersebut tidak terurus, seperti atap yang ambrol dan lain-lain.

“Saking semangatnya ingin melihat hasil dari bantuan CSR, kami sengaja naik motor dari Kota Semarang ke Sragen. Alhamdulillah, Bupati Sragen dan warga menyambut hangat kami. Kabarnya, bantuan CSR RTLH sudah terealisasi dan kondisi rumahnya sudah layak ditempati,” ujarnya.

Bupati Sragen memberikan apresiasi kepada PT Pegadaian yang telah memperbaiki rumah warga penderita AIDS. Ia juga meminta warga untuk tidak lagi mengucilkan orang di sekitarnya yang menderita AIDS.

Pihaknya dalam kesempatan tersebut juga memberikan pengarahan sekaligus mengajak warga setempat untuk tidak lagi mengucilkan pengidap AIDS. “Sosialisasi mengenai penyakit HIV/AIDS terus kami lakukan hingga tingkat RT/RW. Harapannya, setiap warga paham akan penularan penyakit ini, sehingga bisa dihindari agar tidak tertular,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten