PeduliLindungi Hilang dari Aplikasi Gojek hingga Shopee, Kemenkes Buka Suara

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara perihal  fitur pemerintah untuk pelacakan dan penyebaran Covid-19, PeduliLindungi yang hilang dari sejumlah aplikasi seperti Gojek, Grab, hingga Shopee. 

 Aplikasi PeduliLindungi. (JIBI/Bisnis Indonesia)

SOLOPOS.COM - Aplikasi PeduliLindungi. (JIBI/Bisnis Indonesia)

Solopos.com, JAKARTAKementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara perihal  fitur pemerintah untuk pelacakan dan penyebaran Covid-19, PeduliLindungi yang hilang dari sejumlah aplikasi seperti Gojek, Grab, hingga Shopee. Chief Digital Transformation Officer (CDTO) Kemenkes Setiaji mengatakan kerja sama layanan API PeduliLindungi dengan mitra memiliki masa akhir kerja sama satu tahun, yang dimulai sejak Agustus 2021.

“Setelah melewati masa berlaku tersebut dan evaluasi berkala, maka Kemenkes RI memutuskan untuk tidak melanjutkan atau memberhentikan kerja sama yang efektif per tanggal 31 Agustus 2022,” katanya dikutip Selasa (27/9/2022).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Dia menuturkan ketentuan masa akhir kerja sama tersebut telah tercantum sebelumnya di masing-masing sertifikat API yang diberikan kepada mitra saat kerja sama dimulai. Setiaji juga menyampaikan terima kasihnya kepada para mitra atas dukungan yang telah diberikan selama ini, sehingga berkat kolaborasi tersebut Covid-19 bisa ditangani dengan baik.

Baca Juga Pendeta Alberth Yoku Ingatkan Gubernur Papua

“Diharapkan para mitra tetap mendukung program digitalisasi Kemenkes dengan program kerja sama lainnya seperti promotive prevention kesehatan,” ujar dia.

Lebih lanjut dia mengklaim performa PeduliLindungi kini makin optimal dibandingkan saat awal krisis pandemi. PeduliLindungi pun makin user friendly yang membuat pengguna dapat lebih nyaman, mudah dan praktis untuk menggunakan berbagai fitur di dalamnya.

Menurutnya, masyarakat kini cukup menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk check-in baik melalui aplikasi ponsel dan yang terbaru, check in melalui mobile web browser pedulilindungi.id. “Bagi masyarakat juga agar tetap menggunakan PL [PeduliLindungi] baik untuk penanganan Covid-19 atau sebagai citizen health apps [pasca pandemi],” imbuhnya.

Baca Juga AirAsia Indonesia Buka Tiga Rute Domestik Baru

Sebelumnya, fitur PeduliLindungi terlihat sudah tidak ada lagi dalam beberapa aplikasi seperti Gojek, Grab, hingga Shopee. Padahal, layanan yang digunakan untuk pelacakan dan penyebaran Covid-19 itu sebelumnya bisa diakses di dalam aplikasi-aplikasi tersebut.

Pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (27/9/2022), fitur PeduliLindungi memang sudah tidak ditemukan lagi pada aplikasi Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Shopee, bahkan LinkAja, Livin’ by Mandiri, dan Dana. Artinya, masyarakat yang akan masuk ke fasilitas publik atau tempat umum seperti pusat perbelanjaan, transportasi, dan lainnya hanya bisa menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang tersedia di Play Store maupun App Store.

Bila tidak ada, mau tidak mau harus mengunduhnya lebih dulu.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Kemenkes Buka Suara soal PeduliLindungi Hilang dari Aplikasi Gojek hingga Shopee

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Mendagri Resmikan Papua Barat Daya Menjadi Provinsi ke-38

      Provinsi Papua Barat Daya resmi menjadi provinsi ke-38 di Indonesia.

      Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut pada Anak Gugat Kemenkes & BPOM ke Pengadilan

      Para wakil korban gagal ginjal akut pada anak menggugat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sejumlah industri farmasi.

      2 Hakim Agung Ditangkap, Ketua Mahkamah Agung: Kami Hormati Tindakan Hukum KPK

      MA menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan KPK terhadap dua hakim agung, yaitu Sudrajad Dimyati (SD) dan Gazalba Saleh (GS).

      Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

      Kejagung menghentikan proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

      Mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Terima Penghargaan Antikorupsi dari Qatar

      Mantan Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas, menerima penghargaan tertinggi di bidang pemberantasan korupsi dari Pemerintah Qatar.

      Kasus Korupsi Jiwasraya: Kejagung Sita Aset Benny Tjokro Seluas 33,9 Hektare

      Kejagung kembali menyita aset milik Benny Tjokrosaputro dalam perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (persero) dan PT ASABRI (persero).

      Poltracking: Kepuasan Terhadap Pemerintahan Jokowi Melesat Jadi 73,2 Persen

      Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo–Ma’ruf Amin sempat mengalami fluktuasi, tetapi sepanjang 2022 relatif terus mengalami peningkatan

      Korsleting, Dugaan Penyebab Kebakaran Gedung Kemenkumham

      Penyebab kebakaran gedung Kemenkumham diduga karena korsleting.

      Sempat Vakum, Pameran Fotografi Ujian Akhir Semester di UNS Solo Digelar Lagi

      Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021 UNS Solo menggelar pameran fotografi bertajuk Documentary Komunikaxxi pada Senin-Rabu (5-7/12/2022).

      Polemik UU KUHP, Asita: Tak Ada Pembatalan Massal Wisatawan ke Bali

      Lebih dari satu juta orang Australia mengunjungi Indonesia setiap tahun dengan banyak yang terbang ke Bali, untuk berbagai kegiatan.

      Polemik UU KUHP, Australia Ingatkan Warganya Hati-hati di Indonesia

      Lebih dari satu juta orang Australia mengunjungi Indonesia setiap tahun dengan banyak yang terbang ke Bali, untuk berbagai kegiatan.

      Aiptu Warsito Terpilih jadi Kusir Kereta Kaesang-Erina, Ini Rekam Jejaknya

      Pemilihan Aiptu Warsito sebagai kusir kereta kuda Kaesang ternyata karena rekam jejaknya.

      Ada 52 Juta Penerima Bansos Fiktif, Kerugian Negara Capai Rp31 Triliun!

      Data fiktif 52 juta penerima bansos itu berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp31 triliun.

      97 Pabrik Direlokasi ke Jateng, Lowongan Kerja Menanti

      Puluhan pabrik baru tersebut bakal menempati wilayah di berbagai tempat di Jawa Tengah.

      Ditinjau Presiden, Ini Penampakan Rumah Tahan Gempa Milik Yonif Raider 300

      Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan rumah tahan gempa itu merupakan salah satu skema untuk perbaikan rumah warga terdampak gempa Cianjur.