Tutup Iklan
Pedagang Pasar Tunjungan Adukan Pemkot Surabaya ke Jokowi
Kondisi Pasar Tunjungan, Surabaya, yang mangkrak. (suara.com)

Solopos.com, SURABAYA -- Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) mengadukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena menelantarkan Pasar Tunjungan.

Akibatnya, kondisi pasar tersebut memprihatinkan. Pasar itu sepi, kumuh, dan banyak kerusakan. Bahkan kini sebagian bangunannya beralih fungsi jadi hunian.

P3T mengklaim telah berkali-kali berupaya meminta audiensi dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, terkait revitaliasasi dan nasib Pasar Tunjungan. “Sama sekali belum pernah [audiensi]. Meskipun sudah kurang lebih 18 kali kami mengirim surat ke pemkot,” kata Wakil Ketua P3T, Jalil Hakim, Kamis (28/11/2019), seperti dikutip Madiunpos.com dari Suara.com.

Ia berharap dengan dikirimkannya surat pengaduan kepada pemerintah pusat dapat memberikan solusi untuk menghidupkan kembali pasar tradisional tersebut. Jalil menyampaikan pasar dengan jumlah kurang lebih 18 pedagang ini perlu dibangkitkan. Apalagi lokasinya yang strategis di tengah kota.

Atas pembiaran pasar oleh Pemkot, Jalil menilai terdapat ketidakadilan antara Pemkot dan PD Pasar Surya--selaku pengelola pasar--dengan pedagang. Karena sejauh ini banyak pedagang yang mau membayar retribusi, tapi tidak mendapat haknya.

“Lah ini kan asetnya dibiarkan telantar, tapi beliau [Risma] sibuk membangun taman,” kata Jalil.

“Dengan surat tersebut diharapkan bisa mengetuk Bu Risma (Wali Kota Surabaya) agar mengoptimalkan asetnya dari sisi value dan nilai ekonominya,” kata Jalil.

Ia juga mengungkapkan seharusnya pemkot fokus membenahi pasar tradisional yang ada di kota. Tujuannya agar bisa bersaing dengan pasar modern di sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, menegaskan Pemkot dan PD Pasar Surya harus segera merevitalisasi Pasar Tunjungan. Agar perekonomian pedagang maupun perusahaan daerah stabil.

“Pemkot dan PD Pasar harus saling berkomunikasi supaya Pasar Tunjungan segera direnovasi. Jika tidak mampu, ada baiknya dikelola pihak ketiga,” kata Anas saat dikonfirmasi terpisah.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho