Pedagang Pasar Legi Solo Mulai Tempati Kios Darurat di Sekitar Monjari
Kios darurat II Pasar Legi Solo. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO -- Ratusan pedagang Pasar Legi Solo per Rabu (1/1/2020) mulai pindah ke kios-kios darurat yang dibangun Pemkot Solo di seputaran Taman Monumen 45 Banjarsari (Monjari).

Tadinya, para pedagang tersebut menempati lahan di dalam kompleks Pasar Legi yang terbakar pada Oktober 2018 lalu serta di pinggir-pinggir jalan. Kini, di bagian dalam kompleks pasar tersebut sudah tidak ada lagi aktivitas pedagang.

Pedagang diminta segera menempati pasar darurat di seputaran Taman Monjari karena tender pembongkaran bangunan lama akan dimulai pada 2 Januari.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi, mengatakan pedagang sudah diberi waktu untuk pindah pada 14-31 Desember 2019. “Mulai 1 Januari pedagang harus sudah menempati pasar darurat. Jadi, saat gedung [lama] dirobohkan sudah aman dan steril dari pedagang. Mereka tidak boleh melakukan aktivitas jual beli di dalam gedung, kios di utara dan barat juga dirobohkan,” kata Heru, kepada wartawan, Selasa (31/12/2019).

Pemkot menyediakan 100 kios dan 665 los bagi pedagang sesuai lokasi yang ditentukan.

Ketua Ikatan Keluarga Pedagang Pasar Legi (Ikkapagi), Tugiman, meminta pedagang bersabar, berbagi, dan saling membantu selama aktivitas jual beli berlangsung di pasar darurat.

Pedagang Bakso Aniaya Istri Siri di Pasar Sragen, Rahang Dipukul Kemaluan Diinjak

“Keluhan kami soal saluran air sekitar karena kami khawatir saat hujan deras akan timbul genangan di pasar darurat. Selain itu, bantuan dari Dinas Perhubungan [Dishub] juga kami butuhkan untuk penataan parkir maupun penjagaan saat bongkar muat kepindahan,” tuturnya.

Lurah Pasar Legi, Marsono, kepada Solopos.com, Rabu (1/1/2020), menjelaskan saat ini sudah tidak ada pedagang yang berjualan di dalam kompleks pasar. Pindahan barang dilakukan pada Rabu dini hari karena beberapa hari sebelumnya Kota Solo diguyur hujan deras.

“Untuk melanjutkan proses pembangunan selanjutnya ada permintaan dari pemerintah pusat untuk segera mengosongkan bagian dalam pasar. Beberapa saat lagi, hangar dan sisa-sisa bangunan pasar sebelah timur sepertinya akan dirobohkan,” ujarnya.

Ia mengaku sudah menerima laporan pedagang terkait genangan air yang berada di sekitar kawasan Taman Monjari. Menurutnya, penyebab genangan air itu karena saluran drainase yang rata dengan badan jalan sehingga air sulit mengalir.

Ia menambahkan segera menyampaikan persoalan itu ke Dinas Perdagangan agar ditindaklanjuti. Beberapa pedagang memilih memasang seng untuk melapisi bentuk fisik bangunan kios atau los pasar darurat agar tidak rusak terkena air.

Perempuan Solo Ditemukan Menggantung di Tangga Mes Karyawan Klaten

Sementara itu, Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan tidak ada pengalihan arus secara spesifik di kawasan pasar darurat. Hanya, Jl. Syamsul Rizal di belakang Pasar Elpabes tidak bisa dilalui kendaraan bermotor karena seluruh badan jalan digunakan untuk pasar darurat.

“Kalau sampai menimbulkan kemacetan tentunya tidak, hanya kepadatan lalu lintas tinggi. Evaluasi ruas jalan lain baru sedang dalam kajian, ruas jalan di kawasan itu kan cukup banyak tetapi lokasi pasar darurat kan juga menyebar. Tentunya arus lalu lintas cenderung dinamis sehingga kami evaluasi terus,” ujarnya.

Pedagang Pasar Legi, Joko Sutanto, saat ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatannya, Rabu, mengatakan saat ini seluruh pedagang di dalam pasar sudah meninggalkan kompleks Pasar Legi. Seluruhnya telah menempati kios dan los yang sudah dibagikan pada pekan lalu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom