Pedagang Pasar Kramat Jati Jakarta Mudik ke Sragen Positif Covid-19
Ilustrasi tes virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pedagang di Pasar Kramat Jati Jakarta terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mudik ke wilayah Kecamatan Masaran, Sragen, Sabtu (23/5/2020). Laki-laki berumur 54 tahun tersebut saat ini dirawat di Rumah Sakit Paru Jajar, Solo.

Sementara itu satu pasien positif Covid-19 asal Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, dinyatakan sembuh tujuh hari yang lalu oleh tim dokter RSUD dr Moewardi Solo. Namun, karena memiliki penyakit penyerta, pasien berinisial A, 42, tersebut tetap dirawat di RSUD dr Moewardi Solo.

Pasien tersebut meninggal pada Jumat (22/5/2020). Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat dihubungi Solopos.com, Sabtu petang, membenarkan ada satu pedagang Pasar Kramat Jati Jakarta yang positif Covid-19 setelah mudik ke Sragen.

“Tracing akan dilakukan besok siang,” ujar Yuni, sapaan Bupati.

Mancing di Saluran Irigasi, Bocah Juwangi Boyolali Terpeleset dan Hanyut

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, mengatakan saat di Pasar Krama Jati, pelaku perjalanan tersebut sempat menjalani rapid test dan hasilnya nonreaktif.

Dia mengatakan pedagang tersebut kemudian mudik ke Masaran, Sragen, dan sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 sempat mengeluh sesak napas. Pedagang itu kemudian langsung dibawa ke RS Paru di Jajar, Solo. “Setelah dilakukan swab test hasilnya positif,” ujarnya.

Sempat Bingung

Hargiyanto mengatakan selain satu pasien positif bertambah satu juga ada satu pasien positif Covid-19 yang sembuh sepekan yang lalu. Dia menerangkan pasien ini kemudian meninggal pada Jumat lalu.

Gudang Snack Wafer Stick di Jagalan Solo Terbakar!

“Sejak kemarin saya bingung mencari informasi tentang pasien itu. Akhirnya, baru hari ini [Sabtu] dapat jawaban,” jelas Hargiyanto.

Karena sudah dinyatakan sembuh oleh RSUD dr Moewardi Solo sepekan lalu, dalam data situasi Covid-19 Sragen, pasien tersebut dimasukkan daftar pasien sembuh. Pasien itu meninggal dunia bukan karena pasien dalam pengawasan (PDP) dan bukan pasien positif Covid-19.

"Meninggalnya disebabkan penyakit lain," kata dia.

Ditegur Ombudsman, Bupati Karanganyar Batalkan Salat Id di Alun-Alun

Sementara itu, tambahan satu orang pedagang dari Masaran, Sragen, membuat jumlah pasien positif Covid-19 di Bumi Sukowati totalnya menjadi 32 orang.

Dari jumlah itu, 17 orang masih dirawat, 14 orang sembuh, dan satu orang meninggal dunia. Berikut data lengkap sebaran kasus Covid-19 di Sragen:

Kasus Positif
- Dirawat: 17 orang
- Sembuh: 14 orang
- Meninggal: 1 orang
Total : 32 orang

Pasien Dalam Pengawasan atau PDP
- Dirawat: 12 orang
- Sembuh: 36 orang
- Dirujuk: 7 orang
- Meninggal: 11 orang
Total: 66 orang

Orang Dalam Pemantauan atau ODP
- Kasus lama: 251 orang
- Kasus baru : 3 orang
Jumlah : 254 orang
Lolos Karantina : 244 orang
Total ODP : 10 orang

Pelaku Perjalanan
- Isolasi mandiri : 1.741 orang
- PP baru : 188 orang
- Lolos karantina : 24.663 orang
Total : 26.404 orang

Jumlah OTG di Sragen : 99 orang

Sumber: Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Sragen per Sabtu (23/5/2020) pukul 16.00 WIB (trh)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho