Pedagang Pasar Bunder Sragen Meninggal Tertabrak Bus

Seorang pedagang Pasar Bunder Sragen meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak bus dari belakang.

 Petugas Satlantas Polres Sragen melakukan olah kejadian perkara di lokasi kecelakaan di Jalan Pungkruk-Gabugan, tepatnya di Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sabtu (29/1/2022). (Istimewa/Paryanto)

SOLOPOS.COM - Petugas Satlantas Polres Sragen melakukan olah kejadian perkara di lokasi kecelakaan di Jalan Pungkruk-Gabugan, tepatnya di Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sabtu (29/1/2022). (Istimewa/Paryanto)

Solopos.com, SRAGEN — Seorang pedagang Pasar Bunder Sragen, Sunarti, 43, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di jalan Pungkruk-Gabugan, tepatnya di simpang empat Puskesmas Sidoharjo lama, Pungkruk, Sidoharjo, Sragen. Kejadiannya Sabtu (29/1/2022) sekitar pukul 09.10 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan motor Honda Beat berpelat nomor AD 2414 BJE yang dikendarai korban dengan bus berpelat nomor B 7009 TGD.

Promosi”Filipinaisasi” Indonesia

Kecelakaan lalu lintas itu bermula saat bus merek Hino yang dikemudiakan S. Prawi, 52, warga Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jatim, melaju searah dengan Honda Beat yang dikendarai Khoirudin, 54, warga Taraman, Sidoharjo, yang berboncengan dengan istrinya, Sunarti.

“Bus dan motor itu berjalan searah dari timur ke barat dengan posisi motor berada di depan. Setelah dekat lokasi kejadian, bus Hino mendahului motor itu dari sisi kanan. Diduga pengemudi bus kurang menjaga jarak dengan motor dan jaraknya terlalu dekat sehingga bus itu membentur motor. Motor terjatuh dan pembonceng motor itu terbentur ban belakang sebelah kiri bus tersebut. Akhirnya terjadi kecelakaan,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Sragan, Ipda Irwan Marviyanto, mewakil Kapolres AKBP Yuswanto Ardi.

Baca Juga: Ini Cerita Polisi Ungkap Kasus Truk Tabrak Lari Bocah 9 Tahun di Sragen

Irwan menyampaikan korban Sunarti mengalami pendarahan pada hidung, mulut, dan telinga, dan patah pada bahu kanan. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara suaminya mengalami luka ringan.

Ketua PMI Sragen, Ismail Joko Sutresno, menyampaikan berdasarkan laporan petugas evakuasi PMI, korban meninggal dunia itu mengalami luka parah di kepala dan pergeseran repitasi. Sementara Khoirudin mengalami lecet pada lutut kaki kanan dan punggung kaki kanan.

Petugas PMI berkoordinasi dengan PSC 119 membawa korban meninggal dunia ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Sementara Khoirudin dijemput keluarga pulang setelah mendapatkan perawatan medis.

Seorang keponakan korban yang enggan disebut namanya, saat ditemui Espos di kamar mayat RSUD Sragen, Sabtu, mengaku korban adalah pedagang di Pasar Bunder.

Baca Juga: Tukang Becak di Sambungmacan Sragen Meninggal Tertabrak Motor

“Saya dapat informasi, Bulik sudah dibawa ke RSUD. Lokasi kecelakaan di depan bangunan SD lama Jetak. Infonya bus itu sempat masuk tol saat dikejar orang dengan motor,” katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.