Tutup Iklan

Pedagang dan Pegawai Selepan Tertangkap Edarkan Narkoba di Sukoharjo

Aparat Polres Sukoharjo menangkap dua tersangka pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu di lokasi berbeda. Kedua tersangka bekerja sebagai pedagang dan pekerja tempat penggilingan padi (selepan).

Pedagang dan Pegawai Selepan Tertangkap Edarkan Narkoba di Sukoharjo

SOLOPOS.COM - Kasatnarkoba Polres Sukoharjo, AKP A.A. Gede Oka, memperlihatkan barang bukti dari tersangka pengedar sabu-sabu di Mapolres Sukoharjo, Selasa (22/1/2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO — Aparat Polres Sukoharjo menangkap dua tersangka pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu di lokasi berbeda. Kedua tersangka bekerja sebagai pedagang dan pekerja tempat penggilingan padi (selepan).

Kedua tersangka itu masing-masing ES, warga Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, dan WW, warga Desa Kayuapak, Kecamatan Polokarto. ES ditangkap saat hendak bertransaksi dengan pembeli di depan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) pada 11 Januari 2019.

Sementara WW ditangkap di rumahnya di Desa Kayuapak, Polokarto. Kasatnarkoba Polres Sukoharjo, AKP A.A. Gede Oka, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan berdasar informasi masyarakat ada transaksi jual beli sabu-sabu di sekitar pabrik Sritex.

Petugas langsung menyelidiki dan menangkap ES di pinggir jalan raya. “Petugas menggeledah ES dan menemukan satu plastik paket hemat berisi sabu-sabu di saku celana panjangnya,” kata dia saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres Sukoharjo, Selasa (22/1/2019).

Polisi lantas mengembangkan penyelidikan setelah menangkap ES. Berdasar penyelidikan awal, barang haram itu dipasok dari pengedar di Klaten. Polisi lantas memburu pengedar SS itu namun belum membuahkan hasil.

Selain menjual, ES juga memakai sebagian SS hampir setiap hari. “Kami juga menyita uang senilai Rp300.000 dari tangan tersangka. ES mengedarkan SS sendirian selama lebih dari tiga bulan,” ujar dia.

Beberapa hari kemudian, polisi kembali menerima informasi terkait penyalahgunaan narkotika di Desa Kayuapak, Polokarto. Polisi menangkap WW tanpa perlawanan di rumahnya.

Saat menggeledah lemari, polisi menemukan satu plastik berisi 0,50 gram sabu-sabu. WW bekerja sehari-hari sebagai buruh tempat penggilingan padi.

Menurut Kasanarkoba, kedua tersangka merupakan pelaku lokal yang mengedarkan sabu-sabu di sekitar wilayah Sukoharjo. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

“Tidak ada kaitannya dengan jaringan pengedar sabu-sabu dari lembaga pemasyarakatan. Mereka menjual SS hanya di sini [wilayah Sukoharjo],” papar dia.

Salah satu tersangka, WW, mengatakan paket hemat SS itu berasal dari kenalannya di Pasar Kliwon, Solo. Biasanya, WW membeli paket hemat sabu-sabu seharga Rp300.000. Barang haram itu dipakai untuk menambah tenaga agar lebih kuat saat bekerja.

“Badan saya lebih kuat dan tak mudah capek setelah memakai SS,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.