Ilustrasi operasi pasar yang digelar Bulog Divre VI Pekalongan untuk menstabilkan harga bahan pokok terutama harga beras, gula dan bawang merah. (Antara-Oky Lukmansyah)

Solopos.com, SUKOHARJO - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Sukoharjo semakin mewaspadai luberan pedagang dadakan di pasar tradisional yang memanfaatkan momentum Lebaran. Diperkirakan jumlah pedagang dadakan tersebut mencapai ratusa orang dan tersebar di pasar tradisional di kabupaten makmur.

Kepala Disdagkop dan UKM Sukoharjo Sutarmo mengatakan pedagang dadakan, seperti penjual selongsong ketupat mulai menjamur pada H+2 dan diperkirakan bertambah hingga H+7 Lebaran. “Keberadaan pedagang selongsong ketupat ini sudah kita waspadai. Jangan sampai meluber di jalan-jalan,” kata dia, Minggu (9/6/2019).

Pedagang dadakan tersebut jumlahnya rata-rata per pasar mencapai 30 hingga 50 pedagang. Disdagkop dan UKM pun telah memetakan empat pasar yang rawan akan luberan pedagang dadakan tersebut. Empat pasar tersebut berada di jalur mudik Lebaran di antaranya Pasar Kartasura, Pasar Telukan, Pasar Ir Soekarno dan Pasar Nguter. 

“Untuk pedagang dadakan ini kita akan memasukkan mereka ke dalam pasar. Jika lahan yang tersisa tidak memungkinkan, pedagang akan ditempatkan di tritisan,” katanya.

Dengan demikian tak ada lagi pedagang oprokan yang menggelar dagangan hingga ke badan jalan. Selain rawan luberan pedagang dadakan, Disdagkop dan UKM juga memetakan beragam persoalan lain seperti parkir meluber, parkir baru, keruwetan lalu lintas, rawan kejahatan dan lain sebagainya.  Disdagkop dan UKM telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Satpol PP dan Linmas serta Dinas Perhubungan (Dishub) dalam menguraikan beragam persoalan kerawanan di lingkungan pasar. 

“Untuk sampah pasar misalnya petugas kita terapkan sistem piket.Jadi tiap hari sampah akan diangkut, agar tidak ada penumpukan sampah di pasar,” katanya.

Kepala Dishub Sukoharjo, Djoko Indriyanto mengungkapkan, berbagai skenario mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan telah disiapkan. Salah satunya memasang rambu-rambu lalu lintas, meningkatkan kinerja tim rambu untuk siaga 24 jam dan lain sebagainya. “Kita juga menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan pada beban puncak arus Lebaran,” katanya.

Rekayasa lalu lintas itu di antaranya menyiapkan kantong-kantong parkir, serta menyiapkan jalur alternatif. Dishub tak memungkiri keberadaan parkir dadakan berpotensi terjadi mulai H-10 hingga H+8 Lebaran. Pasar tradisional menjadi salah satu potensi parkir dadakan tersebut.

“Untuk antisipasi itu, kami akan intensifkan patroli gabungan dengan tim TNI/Polri, Pengadilan, Kejaksaan, Satpol PP,” katanya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten