Pedagang Berjualan di Ruang Isolasi Covid-19, Rumah Sakit Mengaku Kecolongan

Saat pedagang masuk petugas rumah sakit RSU Manado Medical Center disibukkan dengan peningkatan pasien Covid-19.

 Potongan gambar video pedagang asongan berjualan di Ruang Isolasi RSU Manado Medical Center. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Potongan gambar video pedagang asongan berjualan di Ruang Isolasi RSU Manado Medical Center. (Istimewa)

Solopos.com, MANADO—Jagad maya dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang pedagang asongan berjualan di sebuah rumah sakit viral di media sosial. Pedagang tersebut disebut berjualan di ruangan isolasi pasien Covid-19.

Pihak rumah sakit mengaku kecolongan dan mencari si pedagang untuk dites swab.

Dalam video yang beredar itu tampak seorang pedagang asongan menawarkan dagangan kepada sejumlah orang yang berada di ruangan.

Seorang perempuan tampak membeli dagangannya.

Baca Juga: Muncul Klaster Pernikahan, Satgas Covid-19 Madiun Kecolongan? 

Setelah bertransaksi, pedagang itu kembali menawarkan kepada ibu yang lain kebetulan berada di ruangan yang sama.

Namun si ibu tidak membeli sehingga pedagang itu pun langsung beranjak dari ruangan tersebut.

Dari narasi yang beredar peristiwa itu disebut terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Manado Medical Center, Manado, Sulawesi Utara.

“Katanya ruang isolasi, ko ada pedagang asongan keluar masuk. Ini ruangan yang katanya pasiennya positif covid. Ini ruangan mama kami kemarin yang viral karena jenazah mama kami dimakamkan secara protap,” demikian bunyi narasi video tersebut.

Penjelasan Satgas

Satgas COVID-19 Sulawesi Utara pun angkat bicara mengenai video viral itu.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulut, Steven Dandel membenarkan peristiwa itu terjadi di RSU Manado Medical Center.

Saat pedagang masuk petugas rumah sakit disibukkan dengan peningkatan pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut.

“Kemarin terjadi peningkatan pasien yang signifikan secara tiba-tiba, di mana saat itu torang (mereka) fokus di pemberian pelayanan terhadap pasien. Sampai securiti saat itu sedang menolong perawat membantu memindahkan oksigen karena perawat juga sempat kewalahan,” kata Steven, saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga: Kabar Duka, Vokalis Steven and Coconut Treez Meninggal Dunia 

Menurutnya, pihak rumah sakit tak menyangka kejadian tersebut bisa terjadi.

Namun Steven memastikan pedagang tersebut bakal dites swab.

“Hanya torang (mereka) nda (tak) sangka bisa kecolongan dengan pedagang asongan tersebut. Pedagang yang bersangkutan akan di-swab,” kata dia.

Steven menjelaskan pihak rumah sakit meminta maaf atas kejadian tersebut.

Janji Tak Terulang

Pihak rumah sakit memastikan peristiwa itu tidak bakal terulang.

“Usahakan tidak terjadi lagi hal tersebut,” kata Steven.

Steven menduga, kemungkinan besar pedagang tersebut tidak mengetahui jika ruangan tersebut merupakan ruangan isolasi pasien Covid-19.

Dia menyarankan RS untuk menambah papan informasi dan peringatan terkait keberadaan ruang isolasi.

“Karena banyak ruangan rawat biasa telah dikonversiin menjadi ruang isolasi sejak peningkatan kasus bertambah secara signifikan. Sudah disarankan ke RS untuk menambah sign dan peringatan terkait keberadaan ruang isolasi,” tuturnya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Tim Haris Azhar: Luhut Kami Ajak Ketemu Tapi Tidak Datang

pihak Luhut tetap pada pendirian mereka, yang meminta Haris Azhar meminta maaf serta menghapus video.

Dukung Luhut, Direktur CISA: Lapor Ke Polisi Langkah Tepat

Herry mengatakan seharusnya jika seseorang memiliki bukti keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang di Papua melaporkan kepada kepolisian.

Luhut Janjikan Rp100 Miliar, Begini Tanggapan Aktivis Papua

Lebih baik Luhut meninjau ulang izin-izin investasi yang membuat masyarakat adat di Bumi Cenderawasih sengsara.

Ini Dia Jejak Para Jenderal di Perusahaan Tambang Papua

Hinsa pernah menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih Papua pada 2015-2017.

Dilaporkan ke Polisi, Kubu Haris Azhar: Kami akan Buka Semua Kebusukan Luhut Cs.

Luhut Binsar Pandjaitan beserta TNI/Polri terdeteksi terkoneksi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Madinah Qurrata’Ain (PTMQ).

Klaster Corona Muncul di Sejumlah Sekolah, Nadiem: PTM Jalan Terus!

Sekolah bakal ditutup sementara jika ada klaster corona yang ditemukan.

Dilaporkan Menteri Luhut ke Polisi, Pembela HAM Mengadu ke Komnas HAM

Jika tuntutan ganti rugi itu dikabulkan hakim, Luhut ingin uang tersebut diserahkan kepada rakyat Papua.

Kunjungan Kerja Di Cilacap, Presiden Jokowi Sempatkan Lepas Tukik di Pantai Kemiren

Selain sejumlah agenda kegiatan, Presiden Jokowi menyempatkan diri melepas tukik atau anak penyu di Pantai Kemiren, Cilacap.

Ada 9 Agenda Penting RI di Sidang Umum PBB. Apa Saja?

Pertemuan para Menlu dari negara G20 dengan mengajak setiap anggota turut mengatasi krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Sebulan Berlalu, Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Masih Gelap. Ada Apa?

Ada 55 CCTV yang diperiksa penyidik yang tersebar dari Kota Bandung menuju TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Penyerangan terhadap Ustaz Kerap Terjadi, Muhammadiyah: Polisi Harus Kerja Keras

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Goldenhardt mengatakan Ustaz Chaniago dipukul dengan tangan kosong.

Terbelit Kasus Suap, Berapa Harta Azis Syamsuddin?

Politikus Golkar itu juga tercatat memiliki cukup banyak koleksi kendaraan bermotor.

Alex dan Azis, Dua Batu Sandungan Partai Golkar Menuju 2024

Alex Noordin dan Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi yang berbeda.

Resmi! Eks Mensos Juliari Batubara Jadi Penghuni LP Tangerang.

Bila harta Juliari tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Dari Teman, Kini SBY dan Yusril Saling Berhadapan

Yusril berpendapat jangan ada partai yang dibentuk dan dikelola 'suka-suka' oleh para pendiri atau tokoh-tokoh penting yang dilegitimasi oleh AD/ART.